Page 185 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 185
184
dalam penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP), Tuntutan Jaksa dan
Putusan hakim pengadilan (terlampir). Itulah sebabnya dengan melihat
beberapa putusan pengadilan mendorong penulis untuk merekomendasikan
agar kualifikasi kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
diarahkan pada kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime. Tujuan utama
peningkatan kualifikasi tersebut adalah untuk menjadikan kejahatan Tindak
Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh aparat penegak hukum dan
masyarakat menjadikannya sebagai kejahatan luar biasa dan sebagai upaya
yang represif untuk menekan perilaku atau aktivitas setiap orang atau
kelompok untuk tidak menjadikan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan
Orang (TPPO) sebagai pranata sosial baru (pranata ekonomi, norma baru)
dan menjadi salah satu bagian atau komponen sistem sosial baru dan pada
akhirnya menghancurkan sendi-sendi sosial yang mapan dalam masyarakat.
Dari perspektif kriminologi, munculnya pranata baru sebagai
komponen sistem sosial akan berdampak pada aspek munculnya perilaku-
perilaku individu dan mengarah pada perilaku kolektivitas yang secara
bersamaan akan berhadapan dengan perilaku-perilaku lama yang bertumpu
pada nilai dan norma yang mapan sehingga menghasilkan kondisi yang
dalam kriminologi (sosiologi hukum criminal) hukum disebut sebagai kondisi
yang anomi 161 . Kondisi anomi yang berlangsung secara terus menerus akan
161 Anomi adalah suatu kondisi masyarakat yang memunculkan ragam nilai yang
saling bertentangan satu sama lain sehingga perilaku masyarakat menjadi ambigu atau
serba salah dalam beraktivtas.

