Page 180 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 180
179
perkembangan nilai-nilai dalam masyarakat. Tuntutan masyarakat saat ini
menghendaki agar tujuan pemidanaan bukan saja mengandung unsur
pembalasan akan tetapi bertujuan untuk memperbaiki seorang penjahat agar
dapat kembali menjalani kehidupan sebagaimana layaknya sebelum terjadi
pelanggaran atau kejahatan 155 . Tujuan pemidanaan tersebut merupakan
tujuan pemidanaan yang memberikan peluang kepada setiap orang untuk
kembali ke masyarakat secara sadar untuk mengikuti kaidah atau
norma-norma hukum yang berlaku dalam masyarakat.
Dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, pelaku selain
dikenakan sanksi pidana penjara juga dikenakan sanksi pidana denda.
Penerapan sanksi pidana yang dikenakan kepada pelaku Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) dapat berupa (1) Pidana seumur hidup dan (2)
Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun; Pidana
denda paling sedikit Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah), dan paling
banyak Rp. 5.000.000.000,- (Lima Miliar Rupiah). Pengenaan sanksi pidana
kepada pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sanksi pidana
terberat dan sanksi denda tertinggi di atur dalam Pasal 7 ayat (2) yang
berlaku untuk pelaku yang mengakibatkan korban Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) meninggal dunia. Sanksi pidana penjara
terberat adalah seumur hidup dan pidana penjara paling singkat 5 (lima)
tahun, serta denda paling sedikit Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah),
155 .Tujuan pemidanaan ini sama dengan konsep tujuan pemidanaan beberapa
negara, antara lain, Jepang yang lebih menekankan pada harmonisasi kehidupan dalam
masyarakat.

