Page 177 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 177

176







                        upaya untuk menahan laju pertumbuhan budaya baru yang membahayakan


                        atau  mengguncangkan  nilai-nilai  kemanusiaan  dan  pada  ahirnya

                        menghancurkan  kehidupan  sosial  masyarakat  di  masa  sekarang  (anomali


                        dan  anomi)  dan  di  masa  yang  akan  datang  dengan  munculnya    nilai  dan

                        norma baru.


                               Berdasarkan  hasil  analisis  kriminologi,  khususnya  analisis  tentang

                        sosiologi  kriminal,  kondisi  tersebut  tampak  sudah  mengarah  pada  tahap


                        masyarakat  dalam  tahap  anomali  karena  realitas  hasil  penelitian  dan

                        wawancara  dengan  beberapa  pelaku  dan  tokoh  masyarakat  menunjukkan


                        bahwa saat ini perbuatan perdagangan orang  Tindak Pidana Perdagangan

                        Orang (TPPO) sudah diterima oleh sebagai orang dan kelompok (terpaksa),

                        khususnya para pelaku (daders) dan para korban (victims) sebagai nilai baru


                        atau  norma  baru  yang    memaksa  (faktor  lingkungan  sebagai  kriminogen)

                        mereka karena dapat memberikan manfaat bagi mereka. Meskipun demikian


                        penerimaan  mereka  (victims)  tersebut  dalam  taraf  paksaan  psikologis  dari

                        para  pelaku  (daders)  karena  mereka  telah  terciptanya  suatu  kondisi  sosial


                        (lingkungan sosial) yang mendorong mereka ikut terlibat di dalamnya.


                        D.  DISPARITAS  SANKSI  PIDANA  BAGI  PELAKU  TINDAK  PIDANA

                        PERDAGANGAN ORANG (TPPO)


                               Salah  satu  analisis  kriminologi  adalah  aktualisasi  sanksi  dari

                        ketentuan  perundang-undangan.  Sanksi  dalam  perspektif  hukum  pidana


                        merupakan penjatuhan penderitaan kepada setiap pelaku kejahatan sebagai

                        pembalasan  terhadap  perbuatannya.  Dalam  perspektif  kriminologi,  sanksi
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182