Page 176 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 176
175
”oleh Mead sebagai ”negotiated reality” 150 . Terwujudnya negosiasi tersebut
akan mencapai tujuan bersama yaitu mendapatkan keuntungan bersama
(commond needs profit) yang dalam perspektif kriminologi sebagai filosofi
dan akar kriminogen kejahatan perdagangan orang. Karena itu, akumulasi
dari banyaknya kondisi atau terciptanya hubungan-hubungan yang
didasarkan pada negosiasi faktual yang muatan filosofi Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) tersebut semakin mendorong terbentuknya elit-
elit kejahatan dalam masyarakat berdasarkan kepentingan pribadi atau
kelompok yang dimotivasi oleh faktor ekonomi (common needs) yang dalam
arti mendapatkan keuntungan atau pekerjaan berdasarkan pada
penyimpangan terhadap nilai-nilai dominan yang dianut oleh masyarakat
banyak (dominan). Karena itu, hasil analisis ini menjadi dasar kriminologis
bahwa ada potensi yang sangat membahayakan terhadap strutkur sosial
yang sementara bekerja untuk menghancurkan struktur sosial masyarakat
dan tatanan budayanya (hidden crime). Peningkatan perbuatan tersebut
semakin meningkat dan akan menjadi tatanan budaya baru yang akan
menggantikan budaya dominan yang menjadi patokan masyarakat dalam
berperilaku. Itulah sebabnya sehingga dalam penelitian ini menemukan suatu
akvitas kolektivitas warga masyarakat yang cenderung berpotensi
membahayakan bagi kelangsungan struktur sosial dalam masyarakat
sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kualifikasi kejahatan
perdagangan orang menjadi kejahatan luar biasa dan sebagai salah satu
150 Lihat pandangan Mead dalam buku Sahetapy berjudul Kriminologi sebagai pisau
analisis, loc.cit.

