Page 173 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 173

172







                        korelasi  antara  asumsi  teoretik  dengan  fakta  empirik  yang  direspon  oleh


                        responden di lokasi penelitian.

                               Dalam kaitan dengan hasil penelitian tersebut, dapat diyatakan bahwa


                        tatanan  struktur  sosial  yang  berbahaya  yang  terkait  dengan  perdagangan

                        orang adalah rusak atau terguncangnya tatanan struktur sosial berupa ade,


                        sipakatau, ada tongeng, dan getteng dan ade merupakan sistem sosial yang

                        terjalin  satu  sama  lain  dan  dipertahankan  secara  terus  menerus  guna


                        menjaga ketertiban dalam masyarakat.

                               Nilai  dan  norma  yang  terdapat  dalam  struktur  sosial  sesuai  asumsi


                        teoretiknya  (Willam  Evan  dan  Talcott  Parson)  harus  terjalin  dalam  suatu

                        kolektivitas  sosial  dalam  masyarakat.  Tidak  berfungsinya  salah  satu  dari

                        komponen  struktur  sosial  tersebut  mengakibatkan  tatanan  sosial  akan


                        terganggu  dan  terguncang  sehingga  berakhir  pada  kondisi  sosial  yang

                        anomali  dan  anomi.  Dalam  perspektif  kriminologi,  kondisi  anomali  diawal


                        dengan  hancurnya  nilai  atau  norma  lama  yang  digantikan  oleh  nilai  dan

                        norma baru yang oleh masyarakat dibiarkan tumbuh sebagai cikal bakal nilai


                        atau norma baru sehingga muncul suatu situasi tanpa norma atau nilai atau

                        minimal adanya pilihan norma atau nilai baru yang digunakan oleh individu


                        atau  sekelompok  orang.  Pada  kejahatan  perdagangan  orang  muncul  nilai

                        dan norma baru yang mengikatkan diri pada perbuatan memperdagangkan


                        orang  yang  secara  sosial  dan  hukum  bertentangan  dengan  harkat  dan

                        martabat kemanusiaan. Beberapa invidu dan kelompok yang terlibat dalam

                        aktivitas  kolektif  ini  merasa  diuntungkan  (para  pihak)  sehingga  mereka
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178