Page 178 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 178
177
merupakan pranata sosial yang digunakan hukum untuk mengembalikan
posisi seseorang kepada posisi yang sebenarnya sehingga orang tersebut
menjadi taat dan mampu memperbaiki dirinya selama menjalani hukuman
(represif) dan mencegah orang untuk melakukan kejahatan (preventif).
Dalam kaitan itu, dalam penelitian akan menganalisis penerapan sanksi
pidana pada kasus-kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan
apakah telah mampu menjadi instrumen hukum untuk menjadikan para
pelaku mampu menahan diri atau tidak berbuat lagi pada kejahatan yang
sama dan orang lain tidak ikut melakukannya. Hasil analisis penerapan
sanksi pidana bagi pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akan
dijadikan bahwa analisis kriminologi unntuk menjadi dasar pertimbangan
kriminologis peningkatan kualifikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO) dari kejahatan biasa (ordinary crime) menjadi kejahatan luar biasa
atau extra ordinary crime. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dalam sub
berikut akan dianalisis penerapan sanksi bagi pelaku Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) dengan segala disparitasnya sehingga akan
dilanjutkan analisis kriminoilogi, khususnya penologi sebagai upaya preventif
dan upaya represif.
1. Penerapan Sanksi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan
Upaya Represif
Dalam hukum pidana salah satu aspek yang populer dibicarakan
adalah sanksi yang diterapkan kepada setiap pembuat pelaku kejahatan.
Penjatuhan sanksi kepada setiap penjahat bertujuan untuk memberikan efek

