Page 174 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 174
173
memandang bahwa perbuatan demikian sesuai dengan tuntutan dan
kebutuhan para pihak (pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
dan korban) 148 . Kondisi sosial, dalam perspektif kriminologi, menyuburkan
banyak penyimpangan dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, perubahan
atau penghancuran terhadap nilai-nilai struktur sosial dalam masyarakat
sama dengan menghancurkan masyarakat itu sendiri. Dalam perspektif
kriminologis, rusaknya tatanan struktur sosial dengan peran dan fungsinya
masing-masing (komponen nilai, norma, peran dan kolektivitas) sangat
ditentukan oleh sejauhmana masyarakat mempertahankan sistem tata nilai
atau norma yang mengikat masyarakat itu sendiri. Secara teoretik, semakin
tinggi daya tahan suatu masyarakat terhadap struktur sosialnya maka
semakin tinggi pula kualitas kehidupan sosialnya sehingga akan tetap terjaga
dari benturan-benturan sosial yang dihadapinya.
Selanjutnya, apabila dilkaitkan dengan Teori SOBURAL yang
menempatkan ”role-take” dan “signifikan others 149 ” yang berkembang
dalam interaksi sosial melalui “sense of self-understanding” sebagai hasil
interaksi antar person dan kelompok dalam masyarakat maka kejahatan
perdagangan orang cenderung menjadi bagian dari aktivitas warga
masyarakat yang tersembunyi (hidden crime) dan akan muncul sebagai nilai
148 Hasil wawancara dengan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan
korban pada Lembaga Panti Rehabilitasi Sosial Mattirodeceng Makassar, 2012.
149 signifikan athers adalah sebuah ungkapan dari Herber bahwa terbentuknya
perilaku seseorang dalam masyarakat ditentukan oleh orang-orang yang berada
disekilingnya, seperti, orang tua, kakak, adil orang lain yang dari hubungan dengan mereka
kita memerankan suatu peran yang disebut sebagai ”role-take” sehingga dari hubungan-
hubungan itu menimbulkan konsekuensi sosiologis yang oleh Mead sebagai ” negotiated
reality”. Lihat penjelasan lebih rinci dalam buku Sahetapy, Pisau Analisis Kriminologi, ibid, h.
26.

