Page 175 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 175
174
dan norma baru yang akan menggantikan nilai atau norma lama. Potensi
embrio nilai dan norma baru dalam kejahatan perdagangan orang tersebut
saat ini semakin diminati oleh pelaku dan korban, meskipun diketahui bahwa
mereka yang terlibat mengetahui bahwa perbuatan tersebut menyimpang
atau bertentangan dengan nilai dan norma hukum yang tumbuh dalam
masyarakat, terutama masyarakat Bugis-Makassar. Kenaikan aktivitas
tersebut secara sosiololgis sangat didukung oleh tiga segitiga aktivitas yaitu,
role-take, signifikan others dan common needs. Sesuai asumsi teoretik
bahwa masing-masing pranata berperan secara faktual. Peran “role-take”
dalam kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya
para pelaku masing-masing mengambil peran sesuai posisi masing-masing.
Dalam kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), para pelaku
kejahatan berperan dan memberikan motivasi, dukungan dan fasilitas untuk
terwujudkan kejahatan perdagangan orang sedangkan korban berperan
untuk menyediakan jasa pelayanan sesuai yang diperjanjikan atau
diperintahkan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kerjasama
keduanya banyak dipengaruhi oleh orang-orang terdekat (keluarga, teman
dan orang tua) yang dikategorikan sebagai signifikan others. Dari merekalah
pelaku atau korban memperoleh banyak informasi dan keuntungan yang
dijanjikan sehingga korban tergiur untuk terlibat dalam kejahatan
perdagangan orang. Hasil kerja signifikan others yang terus menerus
memotivasi pelaku dan korban sehingga mereka terlibat secara langsung
atau tidak langsung dalam suatu jalinan kerjasama yang terwujud dalam

