Page 186 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 186
185
melahirkan kondisi baru berupa anomali 162 . Secara teoretik, kasus
peningkatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam masyarakat
terkait erat asumsi teori anomi yang menyatakan bahwa ada peran regulasi
sosial (social regulation) dan integrasi sosial (social integration) sebagai
faktor kriminogen munculnya perilaku menyimpang dalam masyarakat.
Dalam kaitannya dengan teori tersebut, khususnya teori tentang
melemahnya norma atau nilai pada setiap individu (low level of social), maka
mereka yang melakukan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO) menjadikan kejahatan tersebut mengikuti egoisme individual.
Munculnya kondisi egoisme individual akan mengarah pada egoisme
kelompok (kolaborasi antara pelaku dan korban) sehingga memperburuk
atau mendukung situasi sosial yang kacau. Konsekuensi perilaku tersebut
akan melahirkan suatu situasi atau nilai baru bahwa suatu keberhasilan
ditentukan atau diukur dari sukses dalam pekerjaan dan keberhasilan di
bidang materi semata walaupun telah menghancurkan nilai-nilai sosial
masyarakat. Kondisi ini diperkuat asumsi teori peran differensiasi acces to
opportunity structure (Merton) yang menjadi penguat munculnya nilai atau
anggapan baru masyarakat terhadap mana perilaku yang menyimpang dan
mana perilaku yang tidak menyimpang (anomi). Fakta dan asumsi-asumsi
teori kriminologi tersebut menguatkan asumsi penelitian bahwa kehancuran
nilai lama dan munculnya nilai baru akan merusak tatanan sosial dalam
masyarakat sehingga peran pranata hukum berkurang sebagai sosial kontrol
162 Anomali adalah kondisi masyarakat yang kehilangan nilai atau norma yang
menjadi pegangan masyarakat dalam bertindak.

