Page 198 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 198
197
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab terdahulu di simpulkan
sebagai berikut :
1. Bahwa pengaturan perundang-undangan yang mengatur Tindak
Pidana Perdagangan Orang (TPPO) baik mengenai rumusan
kriminalisasi perbuatan, pertanggung jawaban dan muatan sanksi
maksimal dan minimal (penjara dan denda) yang akan diterapkan
kepada pelaku kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
belum dapat menjadi dasar kriminologis peningkatan kualifikasi Tindak
Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagai kejahatan biasa menjadi
kejahatan luar biasa. Karena muatan substansi hukum dimaksud
hanya mencantumkan kualifikasi kejahatan Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO) sebagai kejahatan biasa (ordinary crime)
dan tidak menjangkau sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary
crime). Diperlukan kriminalisasi norma hukum baru melalui kebijakan
kriminal berdasarkan hasil analisis kriminologis.
2. Bahwa fakta sosial kejahatan perdagangan orang semakin meningkat
dan mencapai eskalasi yang memuncak dalam masyarakat yang
terdeteksi melalui statistik kriminal. Peningkatan eskalasi kejahatan
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) membahayakan tatanan
sosial dalam bermasyarakat; menghancurkan sendi-sendi

