Page 9 - E-Modul Materi Reaksi Redoks (Ayu & Nadia)
P. 9
dan pelepasan elektron serta perubahan bilangan oksidasi. Untuk lebih memahami
perkembangan konsep oksidasi reduksi ada baiknya dibahas mengenai bilangan
oksidasi terlebih dahulu.
1.2. Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi berkaitan dengan muatan atom dalam suatu senyawa.
Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menunjukkan ukuran kemampuan suatu
atom untuk melepas atau menangkap elektron dalam pembentukan suatu senyawa.
Nilai bilangan oksidasi menunjukkan banyaknya elektron yang dilepas atau
ditangkap, sehingga bilangan oksidasi dapat bertanda positif maupun negatif. Dengan
mempertimbangkan keelektronegatifan unsur, kita dapat menentukan besarnya
bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa dengan mengikuti aturan berikut ini :
a. Unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0 (nol).
Contoh:
Bilangan oksidasi atom Na dalam unsur Na = 0
Bilangan oksidasi atom Ca dalam unsur Ca = 0
Bilangan oksidasi atom Fe dalam unsur Fe = 0
Bilangan oksidasi atom H dalam unsur H2 = 0
Bilangan oksidasi atom P dalam unsur P4 = 0
Bilangan oksidasi atom S dalam unsur S8 = 0
b. Unsur Fluorin (F) dalam semua senyawanya selalu mempunyai bilangan oksidasi
= –1. Fluorin merupakan unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan 1
elektron.
c. Unsur logam dalam senyawa mempunyai bilangan oksidasi selalu bertanda positif.
Bilangan oksidasi beberapa unsur logam adalah sebagai berikut :
• Bilangan oksidasi logam golongan IA (logam alkali : Li, Na, K, Rb, Cs)
dalam senyawanya sama dengan +1
• Bilangan oksidasi logam golongan IIA (logam alkali tanah : Be, Mg, Ca,
Sr, Ba) dalam senyawanya dengan +2 dan (Ni, Zn)
• Bilangan oksidasi unsur alumunium dalam senyawanya sama dengan +3
• Bilangan oksidasi logam transisi dalam senyawanya dapat lebih dari satu
jenis. Contoh : dalam senyawanya, bilangan oksidasi unsur :
3