Page 32 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 32

“Bau itu berasal dari Sang Putri,” kata Butet. Nara dan                                                “Ini iga bakar paling enak yang pernah Mama makan,”


            Neo   membelalakkan        matanya.     Mereka     tidak   percaya    ada                              kata Mama sambil tersenyum lebar. Iga bakar itu bersan-

            seorang     putri  tinggal   di  sini,  Bahkan,   selama     di  sini  me-                             ding dengan sambal andaliman. Papa berhasil mendapat-


            reka belum pernah melihat istana. Lalu, di mana putri itu                                              kan   resepnya      dari  para    penjual    bumbu     di  pasar.    Neo


            tinggal?                                                                                               sa ngat   menyukai     sambal    andaliman      meski   sangat    pedas.

                “Sudah lama dia tinggal di hutan,” kata Butet.                                                     Lain dengan Nara yang selalu menjauhi cabai.


                Nara dan Neo semakin penasaran. Apa yang dilakukan                                                     “Besok    pagi-pagi     sekali   Mama     akan    pergi   ke   hutan


            seorang     putri  di  hutan?   Jangan-jangan        ada  istana   besar                               bersama     Pak   Binsar    untuk    melihat    rangkong.     Ada   pen-


            ter sembunyi di dalam hutan. Dada Nara menjadi berdebar-                                               duduk yang tahu di mana sarangnya. ”


            debar.    Dia   sangat    ingin  melihatnya.      Tetapi,    bagaimana                                     Sudah    lama    Nara   ingin   melihat   rangkong.      Selama    ini

            caranya?                                                                                               Mama     hanya    bercerita.    Susah   untuk    menemukan       sarang


                “Kebetulan besok aku dan Ompung akan menemui Sang                                                  rangkong      karena    jumlahnya      kian    sedikit.   Kata   Mama,


            Putri. Kalian mau ikut?” undang Butet.                                                                 rangkong     merupakan      burung     endemik    (asli  daerah)    yang

                Nara mengangguk penuh semangat.                                                                    mendekati kepunahan. Paruh dan mahkotanya yang tebal


                                                                                                                   sangat mahal sehingga banyak diburu.






















      24                                                                                                                                                                                        25
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37