Page 35 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 35

“Sayangnya,  kalian  tidak  bisa  ikut.  Kata  Pak  Binsar  Setelah sarapan mereka bersiap dan


 jalannya cukup sulit. Nanti Mama akan bawa banyak foto,”   berangkat  ke  rumah  Butet.  Di  tengah

 lanjut Mama.   perjalanan Neo berulang kali mengeluh.


 “Besok kalian bisa bermain bersama Papa,” kata Papa   “Aku  masih  tidak  percaya  ada  putri


 sambil  membereskan  meja.  Neo  memberi  tanda  kepada  tinggal di tempat ini.”

 Nara untuk segera meminta izin soal janjinya dengan Bu-  “Ya, makanya kita harus ke sana un-


 tet  esok  pagi.  Pelan-pelan  Nara  bercerita  tentang  Butet  tuk membuktikannya.”


 yang tinggal di dekat jaring kabut.   Mereka  memasuki  halaman  rumah


 “Butet masih saudara Pak Binsar. Katanya Pak Binsar   kayu  itu.  Jendela-jendelanya  terbuka,


 itu  tulang  belulangnya  Butet,”  kata  Neo.  Mama  tertawa  tetapi  pintunya  tertutup  rapat.  Nara

 kecil.        mengetuk       pintu.   Tak   lama     kemudian


 “Tulang saja jangan pakai belulang.”  pintu  itu  terbuka.  Sesosok  orang  ting-


 “Jadi, kami boleh main bersama Butet?” tanya Nara.   gi  besar  mengadang  di  pintu.  Matanya

  Mama memandang Papa untuk meminta persetujuan.   memicing  dan  bibirnya  melengkung  ke


 Papa mengangguk tanda setuju.   bawah.  Wajahnya  galak  sekali.  Tubuh


 “Baiklah kalian besok boleh main di rumah Butet.”  Neo bergetar melihatnya.


 Nara pun bersorak kegirangan.   “Selamat pagi,” sapa Nara lirih.


                   Orang     itu  tidak   membalas       sapaan

               Nara. Dia justru menggeram.







 26                                                                                         27
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40