Page 34 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 34
“Sayangnya, kalian tidak bisa ikut. Kata Pak Binsar Setelah sarapan mereka bersiap dan
jalannya cukup sulit. Nanti Mama akan bawa banyak foto,” berangkat ke rumah Butet. Di tengah
lanjut Mama. perjalanan Neo berulang kali mengeluh.
“Besok kalian bisa bermain bersama Papa,” kata Papa “Aku masih tidak percaya ada putri
sambil membereskan meja. Neo memberi tanda kepada tinggal di tempat ini.”
Nara untuk segera meminta izin soal janjinya dengan Bu- “Ya, makanya kita harus ke sana un-
tet esok pagi. Pelan-pelan Nara bercerita tentang Butet tuk membuktikannya.”
yang tinggal di dekat jaring kabut. Mereka memasuki halaman rumah
“Butet masih saudara Pak Binsar. Katanya Pak Binsar kayu itu. Jendela-jendelanya terbuka,
itu tulang belulangnya Butet,” kata Neo. Mama tertawa tetapi pintunya tertutup rapat. Nara
kecil. mengetuk pintu. Tak lama kemudian
“Tulang saja jangan pakai belulang.” pintu itu terbuka. Sesosok orang ting-
“Jadi, kami boleh main bersama Butet?” tanya Nara. gi besar mengadang di pintu. Matanya
Mama memandang Papa untuk meminta persetujuan. memicing dan bibirnya melengkung ke
Papa mengangguk tanda setuju. bawah. Wajahnya galak sekali. Tubuh
“Baiklah kalian besok boleh main di rumah Butet.” Neo bergetar melihatnya.
Nara pun bersorak kegirangan. “Selamat pagi,” sapa Nara lirih.
Orang itu tidak membalas sapaan
Nara. Dia justru menggeram.
26 27