Page 42 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 42

Akhirnya     mereka     pun    berangkat.     Ada    jalan   setapak                                   Tiba-tiba    Butet   yang    berjalan    di  depan   membalikkan


            yang cukup bersih sehingga mereka bisa berjalan leluasa.                                               badan dan melambai, “Cepat, kita hampir sampai.”

            Ompung Doli membawa tas keranjang bambu besar,  Butet                                                      “Dari tadi kamu juga bilang begitu.”


            membawa        rantang     makanan,      Neo   dan    Nara    membawa                                      “Ini beneran. Setelah tanjakan itu kita sampai.”


             bibit pohon. Ompung Boru tidak ikut sebab harus bekerja                                                   Mata Neo terbelalak melihat tanjakan yang panjang di

            di ladang.                                                                                             depannya.      Hanya    melihatnya     saja   sudah    membuat      kaki-


                “Bibit   pohon     ini  pasti  akan    ditanam     di  istana   Sang                               nya terasa pegal. Dia langsung duduk di bawah pohon.


             Putri,” kata Nara. Neo mencibir. Dia masih tidak percaya                                                  “Ah, aku tunggu di sini saja. Capek.”


            ada   istana    yang   tersembunyi      di  hutan.    Sejak   tadi  Nara                                   “Beneran?      Nanti   kamu    tidak   bisa  ketemu     Sang   Putri,


            juga membayangkan pakaian Sang Putri yang lebar se perti                                               loh,” bujuk Nara.

             Cinderela. Beberapa menit kemudian Nara bilang bisa saja                                                  “Yang mau ketemu, kan, Mbak Nara.”


            Sang Putri memakai kebaya dan kain. Neo mendengus.                                                         Nara    hanya     mengedikkan       bahu    lalu   berjalan    cepat


                “Ah, ada-ada saja. Pakai baju seperti itu di hutan apa                                             menyusul      Butet.    Butet    heran     sebab Nara        menyusul-

            tidak repot?” protes Neo. Tak terasa selama mereka ber-                                                nya sendirian. Dia menoleh ke belakang dan melihat Neo


            debat    mereka     sudah    berjalan    cukup    lama.   Neo   menjadi                                duduk di bawah pohon sambil mengipasi wajahnya dengan


            capek.    Berulang    kali  dia  bertanya,    “Apa    sudah    sampai?”                                tangan.


            Butet selalu menjawabnya, “Sebentar lagi.”














      34                                                                                                                                                                                        35
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47