Page 43 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 43

Akhirnya  mereka  pun  berangkat.  Ada  jalan  setapak  Tiba-tiba  Butet  yang  berjalan  di  depan  membalikkan


 yang cukup bersih sehingga mereka bisa berjalan leluasa.   badan dan melambai, “Cepat, kita hampir sampai.”

 Ompung Doli membawa tas keranjang bambu besar,  Butet   “Dari tadi kamu juga bilang begitu.”


 membawa  rantang  makanan,  Neo  dan  Nara  membawa  “Ini beneran. Setelah tanjakan itu kita sampai.”


  bibit pohon. Ompung Boru tidak ikut sebab harus bekerja   Mata Neo terbelalak melihat tanjakan yang panjang di

 di ladang.    depannya.      Hanya    melihatnya      saja  sudah    membuat      kaki-


 “Bibit  pohon  ini  pasti  akan  ditanam  di  istana  Sang  nya terasa pegal. Dia langsung duduk di bawah pohon.


  Putri,” kata Nara. Neo mencibir. Dia masih tidak percaya   “Ah, aku tunggu di sini saja. Capek.”


 ada  istana  yang  tersembunyi  di  hutan.  Sejak  tadi  Nara  “Beneran?  Nanti  kamu  tidak  bisa  ketemu  Sang  Putri,


 juga membayangkan pakaian Sang Putri yang lebar se perti   loh,” bujuk Nara.

  Cinderela. Beberapa menit kemudian Nara bilang bisa saja   “Yang mau ketemu, kan, Mbak Nara.”


 Sang Putri memakai kebaya dan kain. Neo mendengus.   Nara  hanya  mengedikkan  bahu  lalu  berjalan  cepat


 “Ah, ada-ada saja. Pakai baju seperti itu di hutan apa   menyusul  Butet.  Butet  heran  sebab Nara  menyusul-

 tidak repot?” protes Neo. Tak terasa selama mereka ber-  nya sendirian. Dia menoleh ke belakang dan melihat Neo


 debat  mereka  sudah  berjalan  cukup  lama.  Neo  menjadi  duduk di bawah pohon sambil mengipasi wajahnya dengan


 capek.  Berulang  kali  dia  bertanya,  “Apa  sudah  sampai?”  tangan.


 Butet selalu menjawabnya, “Sebentar lagi.”














 34                                                                                         35
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48