Page 50 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 50
anak gadis itu. Ompung menyerahkan kedua kayu pada Butet menepuk-nepuk pohon kemenyan yang paling
Neo yang segera mengetuk-ngetukkan di batang pohon. tinggi, “Inilah Sang Putri.”
Sementara itu, Ompung mengambil guris dan meng- “Itu, kan pohon!” protes Nara.
gores kulit kayu. Keluarlah getah berwarna putih yang “Butet, kamu bohong sama kami, ya?” tanya Neo.
sangat kental. Butet buru-buru menjelaskan bahwa para petani ke-
Nara semakin semangat bernyanyi, sementara Neo menyan menyebut pohon itu Sang Putri. Uniknya mereka
semakin asyik mengetuk batang kayu. Mereka meng i- juga memperlakukan pohon-pohon seperti anak perem-
ra sebentar lagi Sang Putri akan datang. Kepala mereka puannya sendiri. Konon para petani yang baru berteng-
celi ngak -celinguk. Dari mana Sang Putri akan datang? kar dengan anak perempuannya saat sedang panen, bisa
Utara, selatan, kanan, kiri? membuat pohon-pohon kemenyan tidak mengeluarkan
Namun, Sang Putri tak kunjung datang. Neo juga su- getah.
dah lelah. Sepertinya Sang Putri tidak bisa dirayu untuk “Kalian pernah mendengar tentang asal mula pohon
datang, padahal suara Nara sudah habis. kemenyan?”
“Aduh, tanganku sudah pegal,” keluh Neo. “Sudah Nara dan Neo menggeleng. Butet tersenyum lalu duduk
kubilang kan, mana ada putri tinggal di hutan.” di bawah pohon. Dia menepuk-nepuk tanah di dekatnya.
“Kalian kenapa?” tanya Butet. “Ayo duduk dulu sekalian istirahat. Aku akan bercerita
“Kami capek, tetapi Sang Putri tidak mau datang.” untuk kalian.”
“Loh, Sang Putri sudah ada di sini.” Neo membuka tasnya dan mengambil air minum lalu
Nara dan Neo saling berpandangan, “Mana? Kami tidak menyerahkannya kepada Nara. Mereka duduk di dekat
melihatnya.” Butet.
42 43