Page 53 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 53

“Pada  zaman  dahulu  hiduplah  seorang  anak  perem-  Butet  berjalan  dengan  sedih.  Tubuhnya  lunglai  dan


 puan  yang  sangat  cantik.  Suaranya  merdu  dan  hatinya  tangannya  menyeka  matanya  seolah  sedang  menangis.

 sangat baik. Dia disukai oleh semua orang. Namanya Boru   Rupanya dia sedang memainkan peran si ayah.


 Nangniaga.”       “Si  ayah    pulang     dengan     hati  hancur.     Dia  memang-


 Tiba-tiba Butet berdiri dan membungkuk dengan ang-  gil  Boru  Nangniaga  dan  menceritakan  semuanya.  Boru


 gun layaknya seorang putri. Tangannya melambai-lambai    Nangniaga merasa iba dengan ayahnya.”

 dengan lemah gemulai ke arah Neo dan Nara.   Butet  lalu  berlari  di  tempat.  Kali  ini  dia  memerankan


 “Suatu  hari  ayahnya  rugi  saat  berdagang.  Dia  pun  Boru Nangniaga.


  ber utang kepada seorang bangsawan. Sayangnya, bukan-  “Malamnya  Boru  Nangniaga  berlari  ke  arah  hutan.


 nya  untung,  usahanya  malah  semakin  merugi.  Dia  tidak  Di  sana  dia  menangis  tersedu-sedu.  Lalu,  dia  menyanyi.

 punya  uang  untuk  membayar  utang.  Bangsawan  itu  mau   Suaranya yang merdu menyebar ke seluruh penjuru hutan.


 menghapus utang-utang ayah Nangniaga asalkan bisa me-


 nikahi  Boru  Nang niaga.  Si  ayah  menolaknya.  Dia  sangat


 sayang pada Boru Nangniaga.”


 44                                                                                         45
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58