Page 51 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 51

anak  gadis  itu.  Ompung  menyerahkan  kedua  kayu  pada  Butet  menepuk-nepuk  pohon  kemenyan  yang  paling


 Neo yang segera mengetuk-ngetukkan di batang pohon.   tinggi, “Inilah Sang Putri.”

 Sementara  itu,  Ompung  mengambil  guris  dan  meng-  “Itu, kan pohon!” protes Nara.


 gores  kulit  kayu.  Keluarlah  getah  berwarna  putih  yang  “Butet, kamu bohong sama kami, ya?” tanya Neo.


 sangat kental.    Butet    buru-buru     menjelaskan      bahwa     para   petani   ke-

 Nara  semakin  semangat  bernyanyi,  sementara  Neo  menyan menyebut pohon itu Sang Putri. Uniknya mereka


 semakin  asyik  mengetuk  batang  kayu.  Mereka  meng i-  juga  memperlakukan  pohon-pohon  seperti  anak  perem-


 ra  sebentar  lagi  Sang  Putri  akan  datang.  Kepala  mereka  puannya  sendiri.  Konon  para  petani  yang  baru  berteng-


 celi ngak -celinguk.  Dari  mana  Sang  Putri  akan  datang?  kar dengan anak perempuannya saat sedang panen, bisa


 Utara, selatan, kanan, kiri?   membuat  pohon-pohon  kemenyan  tidak  mengeluarkan

 Namun,  Sang  Putri  tak  kunjung  datang.  Neo  juga  su-   getah.


 dah  lelah.  Sepertinya  Sang  Putri  tidak  bisa  dirayu  untuk  “Kalian  pernah  mendengar  tentang  asal  mula  pohon


 datang, padahal suara Nara sudah habis.   kemenyan?”

 “Aduh,  tanganku  sudah  pegal,”  keluh  Neo.  “Sudah  Nara dan Neo menggeleng. Butet tersenyum lalu duduk


 kubilang kan, mana ada putri tinggal di hutan.”  di bawah pohon. Dia menepuk-nepuk tanah di dekatnya.


 “Kalian kenapa?” tanya Butet.  “Ayo duduk dulu sekalian istirahat. Aku akan bercerita


 “Kami capek, tetapi Sang Putri tidak mau datang.”  untuk kalian.”


 “Loh, Sang Putri sudah ada di sini.”  Neo  membuka  tasnya  dan  mengambil  air  minum  lalu

 Nara dan Neo saling berpandangan, “Mana? Kami  tidak   menyerahkannya  kepada  Nara.  Mereka  duduk  di  dekat


 melihatnya.”  Butet.



 42                                                                                         43
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56