Page 56 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 56
Nyanyiannya semakin menyayat hati. Seluruh penghuni Saat sang ayah bangun, dia langsung pergi ke hutan.
hutan menjadi berduka. Daun-daun layu, semak- semak Ayah nya menjual semua getah itu dan bisa membayar
menunduk, burung-burung enggan berkicau.” lunas utang-utangnya. Meski begitu, hatinya juga sedih
“Lagu apa yang dinyanyikan Nangniaga sampai semua karena harus kehilangan putri kesayangannya. Dia pun
penghuni hutan berduka?” tanya Nara ingin tahu. memperlakukan pohon yang disebut haminjon itu seperti
“Lagu itu berisi permohonan kepada Debata agar dia putrinya sendiri. Begitu ceritanya.”
bisa berubah menjadi sesuatu yang berguna dan mulia. “Waaa, kasihan ya Boru Nangniaga,” kata Neo.
Akhirnya, nyanyiannya terdengar sampai ke telinga “Apa getah pohon kemenyan sangat mahal?” tanya
Debata. Air mata dan ketulusan Nangniaga membuat De- Nara.
bata tersentuh.” Butet menjelaskan kalau dulu harga kemenyan sama
Butet mengambil ranting pohon lalu mengayun- ayun kan dengan harga emas. Kemenyan dianggap barang berharga
ke arah pohon seolah hendak mengubah sesuatu de ngan yang banyak diburu oleh pedagang-pedagang.
tongkat sihir. Ompung turun dari pohon lalu mendekati anak-anak.
“Maka Debata mengubah Nangniaga menjadi sebatang Dia menggerak-gerakkan tangannya. Butet menoleh ke
pohon yang sangat tinggi. Boru Nangniaga mendatangi arah Nara dan Neo. Matanya berbinar-binar.
ayahnya lewat mimpi dan berpesan supaya ayahnya pergi “Kalian mau lihat air mata Sang Putri? Sudah saatnya
ke hutan. Di sana akan ada pohon yang sangat tinggi. Getah kita memanennya.”
pohon itu bisa dijual dan mendatangkan uang.
48 49