Page 52 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 52
“Pada zaman dahulu hiduplah seorang anak perem- Butet berjalan dengan sedih. Tubuhnya lunglai dan
puan yang sangat cantik. Suaranya merdu dan hatinya tangannya menyeka matanya seolah sedang menangis.
sangat baik. Dia disukai oleh semua orang. Namanya Boru Rupanya dia sedang memainkan peran si ayah.
Nangniaga.” “Si ayah pulang dengan hati hancur. Dia memang-
Tiba-tiba Butet berdiri dan membungkuk dengan ang- gil Boru Nangniaga dan menceritakan semuanya. Boru
gun layaknya seorang putri. Tangannya melambai-lambai Nangniaga merasa iba dengan ayahnya.”
dengan lemah gemulai ke arah Neo dan Nara. Butet lalu berlari di tempat. Kali ini dia memerankan
“Suatu hari ayahnya rugi saat berdagang. Dia pun Boru Nangniaga.
ber utang kepada seorang bangsawan. Sayangnya, bukan- “Malamnya Boru Nangniaga berlari ke arah hutan.
nya untung, usahanya malah semakin merugi. Dia tidak Di sana dia menangis tersedu-sedu. Lalu, dia menyanyi.
punya uang untuk membayar utang. Bangsawan itu mau Suaranya yang merdu menyebar ke seluruh penjuru hutan.
menghapus utang-utang ayah Nangniaga asalkan bisa me-
nikahi Boru Nang niaga. Si ayah menolaknya. Dia sangat
sayang pada Boru Nangniaga.”
44 45