Page 57 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 57

Nyanyiannya semakin menyayat hati. Seluruh penghuni   Saat  sang  ayah  bangun,  dia  langsung  pergi  ke  hutan.


 hutan  menjadi  berduka.  Daun-daun  layu,  semak- semak  Ayah nya  menjual  semua  getah  itu  dan  bisa  membayar

 menunduk, burung-burung enggan berkicau.”  lunas  utang-utangnya.  Meski  begitu,  hatinya  juga  sedih


 “Lagu  apa  yang  dinyanyikan  Nangniaga  sampai  semua  karena  harus  kehilangan  putri  kesayangannya.  Dia  pun


 penghuni hutan berduka?” tanya Nara ingin tahu.  memperlakukan  pohon  yang  disebut  haminjon  itu  seperti

 “Lagu  itu  berisi  permohonan  kepada  Debata  agar  dia  putrinya sendiri. Begitu ceritanya.”


 bisa  berubah  menjadi  sesuatu  yang  berguna  dan  mulia.  “Waaa, kasihan ya Boru Nangniaga,” kata Neo.


 Akhirnya,  nyanyiannya  terdengar  sampai  ke  telinga  “Apa  getah  pohon  kemenyan  sangat  mahal?”  tanya


  Debata. Air mata dan ketulusan Nangniaga membuat De-  Nara.


 bata tersentuh.”  Butet    menjelaskan      kalau   dulu   harga    kemenyan      sama

 Butet mengambil ranting pohon lalu mengayun- ayun kan    dengan harga emas. Kemenyan dianggap barang berharga


 ke  arah  pohon  seolah  hendak  mengubah  sesuatu  de ngan  yang banyak diburu oleh pedagang-pedagang.


 tongkat sihir.    Ompung      turun   dari   pohon    lalu  mendekati     anak-anak.

 “Maka Debata mengubah Nangniaga menjadi sebatang   Dia  menggerak-gerakkan  tangannya.  Butet  menoleh  ke


 pohon  yang  sangat  tinggi.  Boru  Nangniaga  mendatangi  arah Nara dan Neo. Matanya berbinar-binar.


 ayahnya lewat mimpi dan berpesan supaya ayahnya pergi    “Kalian mau lihat air mata Sang Putri? Sudah saatnya


 ke hutan. Di sana akan ada pohon yang sangat tinggi.  Getah   kita memanennya.”


 pohon itu bisa dijual dan mendatangkan uang.










 48                                                                                         49
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62