Page 17 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 17
lalu, Cemong melihatnya terserempet motor yang me– Sesaat kemudian ia kembali membungkuk, dan …
lintas. Pincang sampai sekarang. BYUUUR!
“Hus! Hus!” Cemong melotot kaget hingga kakinya mundur se–
Teriakan itu terdengar dari dalam rumah. Orang-orang langkah tanpa sadar.
pasti tidak suka dengan suara kucing berisik, pikirnya. Satu gayung air kembali mengguyur ke arah genting.
Malam-malam pula. Mengganggu! Kali ini lemparan lelaki itu tepat sasaran. Dua preman
Dua preman itu sepertinya tidak terusik. Mereka masih tersentak. Kaget dan menghentikan teriakan melengking
dalam posisi semula, menggeram dan mengeong kencang, mereka. Air membasahi bulu mereka.
siap saling menyerang. Preman besar berbulu belang mendesis sebelum
BRAK! berkelit dan melompat. Ia kabur dengan cepat ke ujung
Cemong mendengar suara pintu terbuka dan langkah genting dan memaksa menyelusup ke bawahnya. Suara
kaki diseret cepat. berkeretak terdengar saat tubuh besarnya masuk ke
BYUUUR! langit-langit rumah. Genting itu retak!
Segayung air mengempas genting. Cipratannya Namun, pertarungan belum usai. Cemong tahu itu.
menyebar ke mana-mana. Perebutan wilayah tak akan pernah sebentar. Tak ada
“Berisik!” yang mau mengalah sampai salah satunya lari terbirit-
Cemong terkejut. Dua preman itu juga terkejut. birit. Ia sering menyaksikan itu.
Pemilik rumah rupanya datang dengan seember air. Benar saja. Si Kuning ikut melompat dan mengejar.
Lelaki berperut tambun itu mendongak ke atas genting Kaki pincangnya tidak menyurutkan kecepatan larinya.
dengan wajah murka. Sebelah tangannya bertolak di Wilayah ini area kekuasaannya, tidak boleh ada kucing
pinggang. Sebelah lagi memegang gayung. lain yang merebutnya.
8 9