Page 18 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 18

GRUDUK … GRUDUK .…                                                                                 itu.  Suara  sapu  lidi  yang  dipukul-pukulkan  ke  dinding

                Keributan  berpindah  ke  dalam  langit-langit  rumah.                                             menambah  keriuhan.  Kedua  preman  sepertinya  semakin


            Dari tempatnya berdiri, Cemong mendengar suara tapak                                                   menjadi, tidak ada takutnya sama sekali.

            kaki berkejaran, berderap dari satu ujung ke ujung lainnya.                                                PRAK! PRAK!


            Meongan  keras  terdengar  menimpali,  diselingi  suatu                                                    Cemong melengos. Tidak           ada   untungnya      menyaksikan

            pergumulan hebat.                                                                                      kegaduhan       itu.  Setidaknya,      atap    rumah-rumah         sudah


                GRUDUK … GRUDUK .…                                                                                 terbebas dari kedua preman itu, pikirnya senang. Ia bisa

                Derap kaki kedua preman terdengar kembali.                                                         melanjutkan pencariannya lebih leluasa.


                “Paaak … kucingnya pindah ke langit-langit!” Cemong                                                    Hidungnya  mengendus.  Wangi  itu  tercium  lagi.  Ia

            mendengar seorang perempuan menjerit.                                                                  berlari dan melompat ke atap rumah di sebelahnya. Wangi


                “Ambil  sapu,  Bu!  Hus!  Hus!”  Suara  lelaki  berperut                                           itu berasal dari sana.

            tambun itu menimpali.                                                                                      “Huuuus ….” Teriakan itu terdengar lagi, tetapi Cemong


                PRAK! PRAK!                                                                                        sudah tidak peduli. Ia bergegas melanjutkan langkahnya

                Cemong  tersentak.  Suara  itu  keras  terdengar.  Ia                                              lagi.


            bisa  membayangkan  kehebohan  yang  terjadi  di  rumah                                                    “Lari ke ruang tengah, Paaak …”


      10                                                                                                                                                                                        11
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23