Page 47 - Materi Etnopedagogi E-Modul
P. 47
yang mengajarkan toleransi dan saling
menghargai (Banks, 2009).
2. Kekayaan sumber belajar: Keragaman
budaya menyediakan sumber belajar yang
kaya untuk berbagai mata pelajaran seperti
sejarah, seni, dan ilmu sosial (Tilaar, 2004).
3. Pengembangan soft skills: Interaksi dalam
lingkungan yang beragam dapat
mengembangkan soft skills seperti empati,
komunikasi lintas budaya, dan kemampuan
adaptasi (Supriyoko, 2005).
4. Inovasi pedagogis: Keragaman mendorong
inovasi dalam metode pengajaran untuk
mengakomodasi berbagai gaya belajar dan
latar belakang siswa (Nakaya, 2018).
5. Penguatan identitas nasional: Pembelajaran
tentang keragaman budaya dapat
memperkuat pemahaman dan penghargaan
terhadap identitas nasional Indonesia
(Setyono & Widodo, 2019).
6. Persiapan global: Pengalaman dalam
lingkungan yang beragam mempersiapkan
siswa untuk berpartisipasi dalam
masyarakat global yang semakin terkoneksi
(Suárez-Orozco, 2007).
B. Nilai-nilai Lokal dalam Pendidikan
Terdapat beberapa nilai lokal yang relevan
dengan pendidikan, antara lain gotong royong,
tri hita karana, dan nilai pesantren.
Gotong Royong sebagai Nilai Pendidikan
Gotong royong adalah nilai kearifan lokal
yang telah lama mengakar dalam masyarakat
Indonesia. Sebagai nilai pendidikan, gotong
47