Page 49 - Materi Etnopedagogi E-Modul
P. 49
manusia, dan manusia dengan lingkungan.
Konsep ini memiliki relevansi yang kuat dengan
pendidikan lingkungan.Tri Hita Karana terdiri
dari tiga elemen, yaitu: 1) Parahyangan
(hubungan manusia dengan Tuhan); 2)
Pawongan (hubungan manusia dengan sesama
manusia); dan 3) Palemahan (hubungan
manusia dengan lingkungan) (Wiana, 2007).
Implementasi Tri Hita Karana dalam
pendidikan dapat terwujud dalam:
pengembangan kurikulum pendidikan
lingkungan, praktik berkelanjutan berupa
praktik kegiatan ramah lingkungan,
pembelajaran berbasis proyek linkungan yang
mencerminkan keseimbangan Tri Hita Karana,
serta kearifan lokal berupa penggunaan
pengetahuan dan praktik lokal dalam
pelestarian lingkungan (Astawa et al., 2018;
Surata, 2013; Kasa, 2011; Rasna & Tantra,
2017). Dampak penerapan Tri Hita Karana
dalam pendidikan lingkungan, yaitu: 1)
meningkatkan kesadaran lingkungan siswa; 2)
mengembangkan sikap dan perilaku yang
bertanggung jawab terhadap lingkungan; 3)
empromosikan pembangunan berkelanjutan;
dan 4) emperkuat identitas budaya dan
kearifan lokal
Nilai-nilai Pesantren dalam Pendidikan
Karakter
Pesantren, sebagai lembaga pendidikan
Islam tradisional di Indonesia, memiliki nilai-
nilai khas yang berkontribusi signifikan
terhadap pembentukan karakter. Nilai ini
49