Page 48 - Materi Etnopedagogi E-Modul
P. 48
royong memiliki peran penting dalam
membentuk karakter dan keterampilan sosial
peserta didik. Gotong royong juga dapat
didefinisikan sebagai bentuk kerjasama dalam
kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan
bersama secara sukarela (Bowen, 1986).
Koentjaraningrat (2000) menjelaskan bahwa
gotong royong merupakan konsep yang erat
kaitannya dengan kehidupan masyarakat,
terutama di pedesaan.
Gotong royong dapat diimplementasikan
dalam pendidikan melalui pembelajaran
kolaboratif yang menekankan kerjasama antar
siswa, proyek komunitas berupa pelibatan
siswa dalam proyek yang bermanfaat bagi
masyarakat sekitar, resolusi konflik yaitu
pembelajaran yang mengajarkan anak untuk
menyelesaikan masalah secara bersama-sama,
dan tanggung jawab sosial untuk menanamkan
rasa tanggung jawab (Slavin, 2015; Bintari &
Darmawan, 2016; Johnson & Johnson, 2009;
Zulkarnain, 2014).
Manfaat gotong royong dalam pendidikan
antara lain: 1) meningkatkan keterampilan
sosial dan emosional siswa; 2) mengembangkan
rasa empati dan kepedulian; 3) eningkatkan
kemampuan kerja tim; dan 4) memperkuat
identitas dan kohesi sosial
Konsep "Tri Hita Karana" dalam Pendidikan
Lingkungan
Tri Hita Karana adalah filosofi Bali yang
menekankan keharmonisan antara manusia
dengan Tuhan, manusia dengan sesama
48