Page 53 - 3. SKI_ MI_ KELAS_III_KSKK_2020_Kamimadrasah
P. 53

dunia sedang beliau dalam kandungan Ibunya kira-kira 6 bulan dan ada yang berpendapat 3

               bulan, umur Ayah beliau 18 tahun, dia tidak meninggalkan harta benda yang banyak yang
               akan diwarisi oleh putranya, hanya beliau meninggalkan beberapa ekor unta saja.



               Mereka  tinggal  disana  kurang  lebih  1  bulan.  Ketika  akan  kembali  ke  Makkah  dan  baru

               sampai  di  kampung  Abwa’,  tiba-tiba  Aminah  jatuh  sakit,  sehingga  meninggal  dan

               dimakamkan di sana juga.


               Betapa sedih Nabi Muhammad saw. menghadapi musibah atas kematian ibundanya itu. Baru
               beberapa  hari  saja  ia  mendengar  keluhan  ibunya  atas  kematian  ayahnya  yang  telah

               meninggalkannya sewaktu Nabi Muhammad saw. masih dalam kandungan, sekarang ibunya

               telah meninggal pula di hadapan matanya sendiri. Akibatnya, dalam usia 6 tahun ia tinggal
               sebatang kara, menjadi seorang yatim-piatu.



               Selanjutnya  setelah  ibundanya  dimakamkan,  Nabi  Muhammad  saw.  segera  meninggalkan

               kampung Abwa’ itu. Beliau kembali melanjutkan perjalanannya ke Makkah bersama-sama
               dengan  Ummu  Aiman.  Dan  sebagian  sejarah  mengatakan  beliau  kembali  melanjutkan

               perjalanannya  itu  bersama  Kakeknya,  Abdul  Muthalib.  Sejarah  yang  lainpun  mengatakan

               bahwa beliau kembali melanjutkan perjalanannya bersama Ṡuwaibah.


               Nabi tinggal bersama dalam asuhan ibunya hanya 2 tahun, begitu singkat. keadaan ini begitu
               berat bagi Muhammad kecil. Maka semenjak saat itu pemeliharaannya di serahkan kepada

               kakeknya Abdul Muthalib.


               D. Nabi Muhammad Dalam Asuhan Abdul Muthalib



               Nabi  Muhammad  saw.  ayahnya  bernama  Abdullah.  Ayah  dari  Abdullah  bernama  Abdul

               Muthalib.  Kakek  Nabi  Muhammad  saw.  itu  sangat  sayang  kepadanya.  Ketika  mendengar

               bahwa cucunya telah lahir, bukan main bahagia hatinya, dan diberinya nama “Muhammad”
               artinya orang yang dipuji.


               Nama Nabi Muhammad saw. adalah pemberian langsung Allah Swt., dengan nama “Ahmad” artinya
               orang yang lebih dipuji, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Shaff ayat 6, yang artinya:







               44                                              SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM – KELAS 3
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58