Page 54 - 3. SKI_ MI_ KELAS_III_KSKK_2020_Kamimadrasah
P. 54

”Ingatlah ketika berkata Nabi Isa anak Maryam: “Ya Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan

               Allah kepadamu, membenarkan bagi apa yang antara hadapanmu dan aku memberi khabar

               suka dengan kedatangan seorang Rasul yang datang sesudahku nanti, yang bernama Ahmad.
               Maka,  tatkala  datang  Nabi  Muhammad  saw.  membawa  keterangan  yang  nyata,  mereka

               berkata: ini adalah sihir yang nyata”


               Jelaslah  nama  Nabi  Muhammad  saw.  itu  adalah  dua  buah,  yaitu  Muhammad,  nama  yang

               diberikan oleh kakeknya (Abdul Muthalib) dan Ahmad, nama yang datang dari Allah Swt..


               Kasih sayang yang diberikan oleh kakeknya Nabi Muhammad saw. merasa terhibur dan dapat
               melupakan kemalangan nasibnya terhadap kematian ibunya. Keadaan ini tidak lama berjalan.

               Sebab, baru saja berselang 2 tahun ia merasa terhibur di bawah asuhan kakeknya, akan tetapi

               kakeknya  yang  baik  hati  itu  meninggal  pula  dalam  usia  80  tahun.  Nabi  Muhammad  saw.
               ketika itu baru berusia 8 tahun.



               Meninggalnya  Abdul  Muthalib  itu,  bukan  saja  merupakan  kesedihan  besar  bagi  Nabi

               Muhammad  saw.,  tetapi  juga  merupakan  kemalangan  bagi  segenap  penduduk  Makkah.

               Akibat meninggalnya Abdul Muthalib itu, penduduk Makkah kehilangan seorang pemimpin
               dan tokoh yang bijaksana, berani, cerdas dan pejuang yang tidak mudah mencari gantinya.



               Abdul Muthalib pernah berwasiat pengasuhan Muhammad berlanjut kepada anak-anaknya,

               paman-paman dari Nabi Muhammad. Diasuhlah Nabi Muhammad oleh pamannya yaitu Abu
               Ṭhalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkannya ini, tidaklah

               kurang dari apa yang diberikan kepada anaknya sendiri.



               E. Nabi Muhammad Dalam Asuhan Abu Thalib


               Abu  Thalib  termasuk  paman  nabi  yang  mempunyai  anak  banyak  dan  penghidupannya

               termasuk orang yang agak kurang mampu (miskin).



               Nabi  Muhammad  saw.  diwaktu  kecil  suka  menggembala  kambing  kepunyaan  orang-orang

               Makkah,  dengan  mendapatkan  upah.  Dengan  upah  tersebut  cukup  bagi  beliau  untuk  bisa
               hidup dengannya.



                SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM – KELAS 3                                                     45
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59