Page 12 - KEL. 3 BESAR_KELAS B_LAPORAN TUGAS AKHIR (Flipbook)
P. 12
Edelweiss saat ini di duga berkurang di alam dan di khawatirkan akan segera
punah. Internasional Union For Convervation Of Nature 3.1 (IUCN 3.1) yang
berwenang dalam konservasi status konservasi edelweiss tergolong kritis.
Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup yaitu
P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (Oo et al., 2022). Peraturan tersebut
sejalan dengan status konsevasi tanaman Edelweiss berdasarkan IUCN yang
menyatakan bahwa genus Anaphalis ini berada dalam status hampir punah
(Molekuler et al., 2019).
Edelweiss mempunyai fungsi di ekosistem atau manfaat yang sangat tinggi bagi
lingkungannya, menurut (Hidayat, Pratiknyo,& Basuki, (2016) edelweiss jawa
Anaphalis javanica dapat berfungsi sebagai penahan tanah gunung dari erosi
limpasan air hujan, sebagai habitat beberapa burung juga bunganya sebagai
sumber makanan beberapa serangga, interaksi tersebut terjadi karena bunga ini
menyediakan pakan bagi serangga yaitu serbuk sari dan nektar, lebih dari 300
jenis serangga yang menyukai bunga ini, contonya seperti kutu, kurus, kupu-
kupu, lalat, dan tawon (Hernawan et al., 2021).
b. Satwa lainnya
Dengan ekologi Gunung Galunggung sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya,
terdapat beragam keanekaragaman hayati, baik satwa maupun tumbuhannya.
Saat dilakukan observasi, ditemukan beberapa jenis satwa seperti monyet, kupu-
kupu, katak, dan masih banyak lagi yang tidak berada dalam status perlindungan.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada juga satwa lain yang
mendapatkan perlindungan (dilindungi) di kawasan Gunung Galunggung ini,
salah satunya yaitu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).
Kerajaan : Animalia
Divisi : Chordata
Kelas : Aves
Bangsa : Accipitrimorves
7

