Page 14 - KEL. 3 BESAR_KELAS B_LAPORAN TUGAS AKHIR (Flipbook)
P. 14

pada  bagian  kepala  terdapat  jambul  bulu sebanyak  2-4 helai  yang  memiliki


                  panjang sekitar 12 cm. Jambul Elang Jawa ini berwarna hitam dengan ujung

                  berwarna putih, memberikan ciri khas unik yang membuatnya dikenal sebagai

                  Elang  Kuncung.  Umumnya,  warna  bulu  keseluruhan  burung  ini  adalah


                  cokelat,  terutama  pada  bagian  punggung  dan  sayap. Warna  cokelat  tersebut

                  cenderung  lebih  gelap,  sementara  motif  coretan  dapat  ditemukan  di  bagian

                  dada dan perut. Pada bagian ekor, bulu memiliki kombinasi warna cokelat dan

                  garis-garis hitam. Postur burung ini, yang menjadi lambang negara Indonesia,

                  juga sangat unik, menciptakan kesan gagah baik saat sayap terlipat maupun


                  sedang mengepak.

                 Persebaran

                  Beberapa  daerah  yang  secara  alami  dihuni  oleh  burung  ini  antara  lain


                  (rimbakita.com):  Jawa  Tengah  (Gunung  Slamet,  Gunung  Ungaran,  Gunung

                  Muria,  Gunung  Lawu,  Gunung  Merapi);  Jawa Timur                  (Merubetiri,  Baluran,

                  Alas Purwo, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru, Wilis); dan Jawa Barat

                  (Gunung Pancar, Gunung Salak, TN Gunung Gede Pangrango, Papandayan,

                  Patuha, dan Gunung Halimun).


                 Peran dan populasi di dalam ekosistem:

                  Dalam  Iskandar,  R.  (2019)  mengungkapkan  layaknya    burung    pemangsa,

                  Elang Jawa merupakan burung pemangsa yang menduduki konsumen teratas


                  (top  predator)  dalam  rantai  makanan.  Elang  Jawa  ini  mengontrol  populasi

                  hewan lain yang menjadi mangsanya di alam. Akan tetapi,keberadaan  mereka

                  saat  ini  dalam  kondisi populasi yang tidak baik.

            c. Tumbuhan lainnya

               Tumbuhan yang dijumpai ketika observasi pun sangatlah bergam. Seperti paku-


               pakuan, anggrek, dan pisang rangkap. Namun tumbuhan tersebut tidak dalam

               status dilindungi. Selain Edelweiss Jawa (Anaphalis javanica), berdasarkan

               observasi yang telah dilakukan diperoleh informasi terkait tumbuhan lainnya




                                                            9
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19