Page 20 - Buku Jejak Imam Utomo
P. 20
semangat menceritakan apa yang diketahui dimuat di halaman berapa pendapatnya
tentang Imam Utomo, warga kebanggaan dimuat.
dusunnya itu. Sejumlah narasumber ada yang Pola penulisan buku ini sengaja dibuat
menuliskan sendiri dalam bentuk artikel. terpisah-pisah dalam artikel tersendiri yang
Wijono, adik Imam Utomo yang pernah dikelompokkan dalam beberapa bab. Bab
menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang masih Pertama adalah pembuka (pendahuluan), berisi
menyimpan naskah penting tentang silsilah dua artikel yang mengantarkan mengenali
keluarga besarnya. Mantan Gubernur Jatim sosok Imam Utomo secara utuh. Dengan
Soekarwo tak keberatan pulang kampung membaca artikel ini pembaca diharapkan
sebentar untuk menerima wawancara tim sudah dapat menerawang garis besar isi buku
buku tentang Imam Utomo. Anggota Dewan ini. Bab Kedua, berisi beberapa artikel yang
Pertimbangan Presiden ini adalah pejabat yang mengisahkan masa kecil Imam Utomo di dusun
mengikuti aktivitas Imam sejak masih Kepala Ngepeh, mengapa bernama Imam Utomo,
Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Jatim. selintas biografi ayahnya, hingga kemudian
Tentunya buku ini tidak dimaksudkan masuk dan berkarier di dunia militer. Bab
sebagai etalase kedekatan Imam dengan Ketiga, adalah catatan perjalanan Imam
sejumlah tokoh, sehingga kami lebih memilih Utomo sebagai gubernur Jawa Timur. Betapa
menggabungkan ulasan mereka lewat topik dia memimpin dalam gejolak politik yang
tertentu. Manakala topiknya sama dengan panas di negeri ini, namun dia menunjukkan
yang sudah ada, maka tulisannya dipecah- kualitas kepemimpinannya sehingga sanggup
pecah dan dimasukkan ke dalam artikel lain menjabat dalam dua periode di bawah
sesuai dengan topik tersebut. Nama-nama kepemimpinan empat presiden. Dalam kurun
narasumber tersebut sengaja dicetak bold waktu sepuluh tahun itulah puluhan prestasi
(huruf tebal) untuk memudahkan mencarinya. berhasil dicetak dan serangkaian kebanggaan
Kecuali tulisan tersebut benar-benar personal lainnya. Serangkaian testimoni sejumlah tokoh
dan spesifik maka dibiarkan dimuat sebagai semakin menguatkan hal ini.
artikel utuh yang tersendiri. Semua nama- Bab Ketiga, berkisah perihal filosofi
nama tokoh yang menjadi narasumber dalam kepemimpinannya yang personal yaitu “Noto
buku ini dicantumkan dalam Indeks Tokoh di Roso, Among Roso, Mijil Tresno dan Agawe
bagian akhir buku sehingga dapat diketahui Karyo.” Imam Utomo juga tetap percaya diri