Page 152 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 152

Reformasi     merupakan suatu gerakan yang menghendaki          adanya
              perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke arah yang
              lebih baik secara konstitusional. Lahirnya reformasi oleh karena pemerintah
              Orde Baru yang sebelumnya berjalan secara otoriter dan sentralistik yang tidak
              memberikan ruang demokrasi dan kebebasan rakyat berpartisipasi penuh dalam
              proses pembangunan.  Gerakan Reformasi diawali ketika Presiden Soeharto
              meletakan jabatannya sebagai Presiden pada 21 Mei 1998. Mengapa? Padahal
              ia merupakan penguasa Orde Baru yang dapat bertahan 32 tahun lamanya.
                  Proses  kejatuhan Orde  Baru telah tampak ketika  Indonesia  mengalami
              dampak langsung dari     krisis  ekonomi  yang melanda   negara-negara  di
              Asia. Ketika  krisis  ini  melanda  Indonesia,  nilai  rupiah jatuh secara  drastis,
              dampaknya   terus  menggerus  di  segala  bidang kehidupan, mulai  dari  bidang
              ekonomi, politik dan sosial. Tidak sampai menempuh waktu yang lama, sejak
              pertengahan tahun 1997, ketika   krisis  moneter melanda  dunia, bulan Mei
              1998, Orde Baru akhirnya runtuh.  Krisis moneter membuka jalan bagi kita
              menuju terwujudnya   kehidupan berdemokrasi   yang sehat, yang selama   ini
              terkukung oleh sistem  kekuasaan  Orde  Baru yang serba  menguasai  semua
              sisi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

                  Proses  menuju reformasi    telah dimulai  ketika  wacana  penentangan
              politik secara  terbuka  kepada  Orde  Baru mulai  muncul. Penentangan ini
              terus digulirkan oleh mahasiswa, cendekiawan,        dan masyarakat. Mereka
              menuntut  pelaksanaan proses  demokratisasi  yang sehat  dan terbebas  dari
              praktik korupsi, kolusi  dan nepotisme  (KKN) yang muncul   dampak    tidak
              diimbanginya  pembanguna  isi  denga  pembanguna  mental  (character
              building) terhadap para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan
              maupun pelaku ekonomi    (pengusaha/konglomerat).   Mereka  juga  menuntut
              terwujudnya rule  of  law, good governance  serta  berjalannya  pemerintahan
              yang bersih. Oleh karena  itu, bagi  mereka  reformasi  merupakan sebuah era
              dan suasana yang senanatiasa terus diperjuangkan dan dipelihara. Jadi bukan
              hanya  sebuah momentum, namun sebuah proses         yang harus  senantiasa
              dipupuk.



















              144  Kelas XII SMA/MA
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157