Page 17 - C:\Users\User\Documents\Flip PDF Professional\ISO 31000\
P. 17
ISO 31000:2018(E)
pengetahuan dan pandangan para pemangku kepentingan. Informasi terbaik yang tersedia harus
digunakan dan dilengkapi dengan penyelidikan lebih lanjut jika diperlukan.
6.4.2 Identifikasi Risiko (Risk Identification)
Tujuan dari identifikasi risiko adalah untuk menemukan, mengenali, dan menjelaskan risiko yang
dapat membantu atau mencegah organisasi mencapai tujuannya. Informasi yang relevan, tepat, dan
terbaru penting untuk digunakan dalam mengidentifikasi risiko.
Organisasi dapat menggunakan berbagai teknik untuk mengidentifikasi ketidakpastian yang dapat
mempengaruhi satu atau lebih tujuan. Faktor-faktor berikut, dan hubungan antara faktor-faktor ini,
harus dipertimbangkan:
- sumber-sumber risiko yang berwujud dan tidak berwujud;
- Penyebab dan kejadian;
- Ancaman dan peluang;
- kerentanan dan kemampuan;
- perubahan dalam konteks eksternal dan internal;
- indikator risiko yang muncul;
- sifat dan nilai aset dan sumber daya;
- dampak risiko dan pengaruhnya pada tujuan;
- keterbatasan pengetahuan dan keandalan informasi;
- faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu;
- bias, asumsi dan keyakinan dari pihak-pihak yang terlibat.
Organisasi harus mengidentifikasi risiko dan mengetahui apakah dapat dikendalikan atau tidak.
Perusahaan juga harus mempertimbangkan bahwa ririsko dapat menghasilkan berbagai akibat yang
dapat berujung pada berbagai dampak berwujud maupun tidak berwujud.
6.4.3 Analisis Risiko (Risk Analysis)
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk memahami sifat risiko, karakteristiknya dan tingkat risikonya.
Analisis risiko melibatkan pertimbangan rinci mengenai ketidakpastian, sumber risiko, dampak,
kemungkinan, peristiwa, skenario, kontrol dan keefektifan dari control tersebut. Suatu peristiwa dapat
memiliki banyak penyebab dan konsekuensi serta dapat mempengaruhi beberapa tujuan.
Analisis risiko dapat dilakukan dengan berbagai tingkat detail dan kompleksitas, tergantung pada
tujuan analisis, ketersediaan dan keandalan informasi, dan sumber daya yang tersedia. Teknik analisis
dapat bersifat kualitatif, kuantitatif atau kombinasi dari keduanya, tergantung pada keadaan dan
penggunaan yang dimaksudkan.
Analisis risiko harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti:
- kemungkinan kejadian dan dampak;
- sifat dan besarnya dampak;
- kompleksitas dan konektivitas;
- faktor dan volatilitas terkait waktu;
- Efektivitas dari pengendalian yang ada;
- Tingkat sensitivitas dan keyakinan terhadap analisis.