Page 126 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 126
secara melimpah, sedangkan pada musim kemarau kita dihadapkan pada
kondisi pakan ternak yang persediaannya di alam bebas sangat terbatas,
sehingga tidak dapat memberikan pakan kepada ternaknya sebagaimana
mestinya. Dengan pengetahuan yang telah dikaruniakan-Nya, manusia dapat
memanfaatkan sumberdaya alam yang ada secara optimal dan melakukan
upaya agar pakan dapat tersedia sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup
dan berkualitas. Upaya yang dimaksud adalah melalui pengawetan dan
pengolahan. Untuk melakukan pengawetan dan pengolahan pakan ternak
dituntut upaya yang sungguh – sungguh, kreatif, ulet, teliti, bertanggung jawab
dan pantang menyerah.
Indonesia yang terletak di daerah katulistiwa mempunyai iklim tropis, yang
dalam kurun waktu setahun terdapat dua musim, yaitu musim penghujan dan
musim kemarau. Pada musim penghujan tentunya keberadaan Hijauan Pakan
Ternak (HPT) sangat berlimpah karena memang sangat dipengaruhi oleh
distribusi air hujan disetiap bulannya, sebaliknya produksi HPT menurun baik
kualitas maupun kuantitasnya pada musim kemarau bahkan dengan semakin
kurangnya air, produksi HPT terhambat sampai tidak berproduksi sama sekali.
Padahal HPT merupakan pakan utama ternak ruminansia, harus disediakan
demi kelangsungan hidup ternak, dan untuk kelangsungan berproduksi.
Kondisi fluktuasi ketersediaan HPT yang besar sangat berpengaruh bagi
kelanjutan usaha ternak ruminansia sehingga harus ada upaya agar HPT
tersedia sepanjang tahun dengan kualitas nutrisi tidak jauh berbeda. Upaya
yang maksud adalah melakukan pengawetan dan pengolahan HPT tersebut.
Pengawetan dilakukan melalui pembuatan hay (awetan hijauan kering) dan
silase (awetan hijauan segar), sedangkan pengolahan dapat dilakukan dengan
pengolahan secara fisik (pencacahan, penggilingan atau pemanasan), secara
kimia (perlakuan alkali dan amoniasi) dan secara biologi yang umumnya
dilakukan dengan metode fermentasi yang menggunakan jasa mikrobia
selulolitik.
114

