Page 335 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 335
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
ANALISIS OPTIMASI CABANG USAHATANI PADI DAN KEDELAI DI
KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN
Arsyil Azhiim, Titik Ekowati, dan Agus Setiadi
Program Studi Agribisnis
Fakultas Peternakan dan Pertanian
Universitas Diponegoro Semarang
Korespondensi Penulis: Arsyil Azhiim, arsyil_zay@yahoo.com
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) mengetahui penggunaan input dan hasil produksi usahatani
padi dan kedelai, 2) menganalisis pendapatan usahatani padi dan kedelai, 3) menganalisis optimasi
dalam kegiatan usahatani padi dan kedelai yang dilakukan oleh petani. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Desember 2016 di Desa Nambuhan dan Genuksuran, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten
Grobogan. Metode penelitian menggunakan metode survei dan penentuan lokasi penelitian dilakukan
dengan cara purposive. Penetapan jumlah responden dilakukan dengan kuota, karena tidak terdapat
sampling frame. Pemilihan responden dilakukan dengan memilih petani yang banyak menanam padi
dan kedelai. Responden ditetapkan 30 petani untuk masing-masing desa, sehingga total responden 60
petani. Analisis data menggunakan perhitungan pendapatan dan linear programming. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani padi dan kedelai sebesar Rp 3.964.348. Rata-rata
penerimaan hasil usahatani padi dan kedelai sebesar Rp 22.501.666. Pendapatan rata-rata usahatani
padi dan kedelai yang diperoleh sebesar Rp 18.537.318. Hasil analisis linear programming kombinasi
usahatani padi dan kedelai memberikan hasil bahwa luas lahan optimal adalah 0,59 hektar dengan
pendapatan maksimum sebesar Rp 55.405.200. Pendapatan yang diperoleh merupakan hasil produksi
usahatani padi dan kedelai pada dua musim tanam. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi dan
kedelai tercapai secara optimal. Dikatakan optimal karena semua input produksi telah digunakan untuk
produksi usahatani dan mampu memenuhi kebutuhan usahatani padi dan kedelai.
Kata Kunci : luas lahan, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan optimasi
1. Pendahuluan
Upaya pengoptimalan hasil usahatani yang dikembangkan di Kabupaten Grobogan
khususnya untuk Kecamatan Purwodadi adalah dengan pola usahatani terpadu. Usahatani
terpadu berarti usahatani yang dilakukan harus terkonsep dengan baik, dimulai dari
penyediaan lahan, bibit, pupuk, pestisida, herbisida dan kebutuhan produksi lainnya harus
dipertimbangkan secara matang.
Tahun 2015 dari keseluruhan lahan di Kabupaten Grobogan, sekitar 84,91 persen
merupakan lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian. Produksi padi sawah pada tahun
2015 mencapai 786.040 ton dengan luas panen 123.446 hektar. Padi gogo sendiri produksinya
mencapai 13.267 ton dengan luas panen 3.489 hektar. Di Kecamatan Purwodadi produksi
padi sebesar 55.516 ton dengan luas panen 8.342 hektar dan memiliki rata-rata produksi 66,55
kwintal per hektar. Produksi kedelai mencapai 3.463 ton dengan luas panen 1.388 hektar dan
memiliki rata-rata produksi sebesar 24,95 kwintal per hektar.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 324

