Page 442 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 442
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
PERSEPSI PETANI TERHADAP ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI SISTEM TANAM
JAJAR LEGOWO PADA GABUNGAN KELOMPOKTANI TIRTOGUNO DI DESA
SEBAUNG KECAMATAN GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO PROPINSI
JAWA TIMUR
Ugik Romadi dan Budi Sawitri
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang
Korespondensi Penulis: Ugik Romadi, ugik_yas@yahoo.com
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi petani dengan adopsi
inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo pada Gapoktan Tirtoguno Desa Sebaung Kec. Gending
Kab. Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah Gapoktan Tirtoguno yang beranggotakan 4
kelompoktani yaitu Tirtoguno I, Tirtoguno II, Tirtoguno III, dan Tirtoguno IV yang masing-masing
beranggotakan 25 orang sehingga jumlah pupulasi sebanyak 100 orang. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif analitis dengan sampel sebanyak 20 orang, dan menggunakan metode
purposive sampling. Pendekatan kajian yang dilakukan adalah dengan terlebih dahulu menetapkan
konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan. Pengumpulan data dengan metode wawancara
(interview), menggunakan kusioner (quesionaire), dengan skala guttman. Alat analisis yang
digunakan adalah statistik non para metrik (chi square). Hasil analisis statistik diperoleh nilai chi
square 0,06 > 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi petani dengan
adopsi inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo. Proses adopsi inovasi sangat tergantung pada
tingkat persepsi petani dalam memahami teknologi sistem tanam jajar legowo.
Kata kunci : Persepsi Petani, Adopsi Inovasi
1. Pendahuluan
Kebutuhan akan pangan di Indonesia semakin hari semakin meningkat, hal tersebut
tidak terlepas dari jumlah penduduk Indonesia yang pada tahun 2016 telah mencapai
257.912.349 jiwa. Hal ini menjadikan perhatian serius oleh pemerintah dalam rangka untuk
menyediakan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk indonesia. Program peningkatan
produksi pangan Indonesia saat ini lebih difokuskan pada peningkatan produksi komoditas
padi, jagung dan kedelai, dari ketiga komiditas tersebut padi merupakan komoditas yang
menjadi makanan pokok hampir seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mencapai target
peningkatan produksi pangan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membuat
Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai sejak tahun
2015 yang melibatkan TNI, Perguruan Tinggi, Pelau Utama dan Pelaku Usaha dalam
mensukseskan program UPSUS PAJALE tersebut.
Padi merupakan komoditas pangan utama di indonesia, karena merupakan makanan
pokok sebagian besar masyarakat sehingga memiliki posisi strategis bagi ketahanan pangan,
sosial politik dan keamanan negara. Pemerintah saat ini juga terus melakukan upaya Luas
Tambah Tanam (LTT) yang dilakukan melalui pencetakan sawah baru maupun
memanfaatkan tanah yang masih dapat dioptimalkan untuk penanaman komiditas tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut maka sangat dibutuhkan teknologi budidaya padi sebagai upaya-
upaya terobosan yang cukup berarti untuk peningkatan produksi padi.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 431

