Page 447 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 447

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                 EVALUASI  PROGRAM GERAKAN PEMBERDAYAAN  PERTANIAN TERPADU
                        (GPPT) DI LOKASI SENTRA PANGAN MELALUI FASILITASI BPP
                                          DI KABUPATEN PROBOLINGGO

                                                     Wahyu Windari

                                        Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang

                              Korespondensi Penulis: Wahyu Windari, wahyu_windari@yahoo.com


                                                         Abstrak

               Evaluasi  Program  Gerakan  Pemberdayaan  Pertanian  Terpadu  (GPPT)  dilakukan    di  8  BPP  di
               Kabupaten  Probolinggo.  Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  diskriptif  kualitatif  dengan
               menggunakan data primer dan sekunder.  Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan PPL di
               Kabupaten Probolinggo,  sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi terkait.  Fokus
               pengamatan terdiri atas : 1)  Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluh, 2) Peningkatan Kapasitas
               BPK  sebagai  Posko  Pelaksana  Pembangunan  Pertanian,  3).  Peningkatan  Kapasitas  Kelembagaan
               Petani,  4)  Peningkatan  kinerja  Penyuluh  Pertanian  melalui  pembayaran  BOP  dan  Honor,  5)
               Peningkatan  Kapasitas  Penyuluh  Pertanian  melalui  Diklat  6)  Peningkatan  Kinerja  Pengawalan  dan
               Pendampingan  mahasiswa,  7)    Peningkatan  Produksi  dan  Produktifitas  Komoditas  Pertanian.  Hasil
               evaluasi  menunjukkan bahwa program GPPT dapat terlaksana sesuai waktu yang ditetapkan,  namun
               terdapat  beberapa  permasalahan  yaitu  :    materi  penyuluhan  yang  diberikan  tidak  didasarkan  pada
               kebutuhan  petani,  kurangnya  ketrampilan  PPL  di  bidang  IT,  kurangnya    kesadaran  berorganisasi,
               lembaga ekonomi petani kurang berkembang, kurangnya minat terhadap perubahan teknologi, sering
               terlambatnya BOP, kurangnya waktu pelaksanaan pelatihan sehingga materi yang dibahas tidak tuntas,
               kemampuan mahasiswa yang berbeda pada proses pengawalan dan pendampingan petani.  Diperlukan
               peningkatan  kapasitas  PPL  diantaranya  pelatihan  pemahaman  TI,  teknik  fasilitasi  dan  komunikasi,
               seleksi yang ketat terhadap mahasiswa yang  akan diterjunkan sebagai pendamping petani, agar tugas
               dan peran penyuluh di lapangan dapat terselenggara secara optimal dalam rangka  mengawal petani
               dalam mewujudkan ketahanan pangan.

               Kata kunci : Evaluasi, Program Gerakan Pemberdayaan Pertanian Terpadu, peningkatan kapasitas



               1.  Pendahuluan
                      Dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan penduduk di pedesaan berbagai upaya
               telah  banyak  dilakukan,  program  yang  sekarang  sedang  marak  dilakukan  adalah
               pemberdayaan.    Menurut  Subejo  &Supriyanto,(  2004)  pemberdayaan  adalah    upaya  yang
               disengaja  untuk  memfasilitasi  masyarakat  lokal  dalam  merencanakan,  memutuskan  dan
               mengelola sumberdaya lokal yang dimiliki melalui collective action dan networking sehingga
               pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan
               social.  Upaya-upaya tersebut tentu saja dimulai dari pemikiran bagaimana pemerintah secara
               menyeluruh dan bertahap dapat mengurangi angka kemiskinan di setiap lini.  Kementerian
               Pertanian  selaku  penanggung  jawab  ketersediaan  pangan  juga  melakukan  upaya  tersebut.
               Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
               dalam pertanian dalam mendukung upaya khusus peningkatan produksi dan produktifitas 7
               komoditas  pangan  strategis  nasional  yaitu  padi  jagung  dan  kedelai,  aneka  cabai,  bawang
               merah,  tebu  dan  daging  sapi.  Gerakan  Pemberdayaan  Petani  Terpadu  (GPPT)  merupakan
               gerakan  pemberdayaan  petani  yang  merupakan  kelanjutan  dari  upaya  khusus  peningatan




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    436
   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452