Page 448 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 448
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
produksi padi jagung dan kedelai yang dicanangkan sejak tahun 2015 yang diharapkan akan
tercapai di tahun 2017.
Arah kebijakan BPPSDMP melaksanakan GPTT adalah: 1) Optimalisasi peran
penyuluh dalam pendampingan program swasembada pangan di tingkat BP3K dan WKPP;
2) Peningkatan daya saing dan kinerja balai Diklat dan Sertifikasi Profesi melalui
peningkatan kompetensi Widyaiswara terutama dalam pengetahuan tentang komoditas
strategis; 3) Revitalisasi STPP dan SMK-PP melalui pengembangan kewirausahaan petani;
4) Pemantapan sistem administrasi dan manajemen yang transparan dan akuntabel.
Sedangkan sasaran lokasi kegiatan GPTT adalah : 34 Unit kelembagaan Penyuluhan Tingkat
Provinsi, 514 Unit Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Tujuan dari program ini adalah
meningkatkan kemampuan teknis usahatani dan kapasitas kelembagaan petani yaitu
kelompoktani. (Anonimous, 2016)
Kegiatan GPPT yang dikonsentrasikan kepada fasilitasi BPP dilakukan diseluruh
Indonesia dan khusus di Jawa Timur lokasi pemberdayaan dilakukan di 38 Kabupaten yang
tersebar ke dalam 210 BP3K. Salah satu Kabupaten yang mendapat program pemberdayaan
tersebut adalah Kabupaten Probolinggo sebanyak 8 kecamatan yaitu Kecamatan
Tegalsiwalan, Besuk, Pajarakan, Paiton, Sumber, Pakuniran, Sumberasih dan Gending.
Penyiapan sumberdaya manusia dalam mensukseskan program yang melibatkan begitu
banyak komponen tentu saja membutuhkan energy yang luar biasa dalam operasional
pelaksanaannya. Dengan program yang bagus dan terarah akan menghasilkan hasil yang
memuaskan. Akan tetapi permasalah dan kendala bisa saja ditemukan baik dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, maupun pengakhiran kegiatan, untuk itu diperlukan evaluasi
kegiatan program pemberdayaan, dengan tujuan untuk melihat sejauhmana keberhasilan suatu
program pemberdayaan dilaksanakan. Menurut Sudijono (2007 : 25) tujuan evaluasi adalah;
untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir suatu periode kerja, apa yang telah dicapai,
apa yang belum dicapai, dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus; untuk menjamin cara
kerja yang efektif dan efisien yang membawa organisasi pada penggunaan sumber daya yang
dimiliki secara efesien dan ekonomis serta untuk memperoleh fakta tentang kesulitan,
hambatan, penyimpangan dilihat dari aspek-aspek tertentu.
Berdasarkan uraian di atas di pandang perlu untuk mentelaah kegiatan GPPT yang
dikonsentrasikan kepada fasilitasi BPP dengan harapan bahwa dari evaluasi yang dilakukan
dapat menjadi acuan untuk meningkatnya kapasitas penyuluh yang akan berefek pada kinerja
penyuluh dalam mendampingi petani..
2. Tinjauan Pustaka
Dalam rangka menjamin ketahanan dan kemandirian pangan serta menghadapi era
perdagangan bebas, Pemerintah telah menetapkan target pembangunan pertanian, khusus
untuk tahun 2016 ditetapkan sasaran produksi tujuh komoditas unggulan yaitu: padi 76,2 juta
ton, jagung 21,4 juta ton, kedelai 1,8 juta ton, tebu 3,27 juta ton, aneka cabai 1,1 juta ton,
bawang merah 1,17 juta ton serta daging sapi dan kerbau 588,6 juta ton. Guna mencapai
target tersebut, Kementerian Pertanian melakukan upaya khusus (UPSUS) peningkatan
produksi padi, jagung dan kedelai dengan berbagai kegiatan yang meliputi:
pembangunan/perbaikan jaringan irigasi tersier (PJIT), optimasi lahan dan air, bantuan alat
dan mesin pertanian pra/pasca panen, bantuan benih dan pupuk, Gerakan Penerapan
Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), pengawalan dan pendampingan terpadu oleh
penyuluh, perguruan tinggi (mahasiswa dan dosen) serta TNI-AD.
Pengawalan dan pendampingan terpadu dalam pelaksanaan upaya khusus peningkatan
produksi serta produktivitas komoditas pangan strategis nasional merupakan proses
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 437

