Page 449 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 449

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               pemberdayaan petani agar mampu menerapkan berbagai inovasi tekologi sehingga diharapkan
               nantinya  secara  mandiri  mereka  akan  dapat  meningkatkan  kualitas  usahataninya.  Badan
               Penyuluhan  dan  Pengembangan  Sumberdaya  Manusia  Pertanian  (BPPSDMP)  mendukung
               tercapainya  target  swasembada  dan  swasembada  berkelanjutan  dengan  Pedoman  Teknis
               Pemberdayaan Kelompoktani di Lokasi Sentra Pangan Tahun 2016 meningkatkan efektivitas
               penyuluhan melalui Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan
               dan  Pelatihan.  Gerakan  Pemberdayaan  Petani  Terpadu  selain  merupakan  upaya  untuk
               meningkatkan  kemampuan  teknis  usahatani  juga  bertujuan  untuk  meningkatkan  kapasitas
               kelembagaan  petani  dengan  fokus  dan  basis  gerakan  pemberdayaan  petani  yaitu
               kelompoktani.
                      Sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya
               Pertanian  (BPPSDMP),  untuk  mewujudkan  Visi  Kementerian  Pertanian  “Terwujudnya
               Kedaulatan  Pangan  dan  Kesejahteraan  Petani,  maka  ditetapkan  Visi  BPPSDMP  adalah
               "Terwujudnya Sumberdaya Manusia Pertanian yang Profesional, Mandiri dan Berdaya Saing
               untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani".  Sebagai bentuk dukungan
               nyata BPPSDMP terhadap upaya percepatan pencapaian sasaran produksi pangan nasional,
               mulai  tahun  2016  BPPSDMP  melancarkan  Program  Aksi  GPPT  melalui  Penyuluhan,
               Pendidikan dan Pelatihan, dengan kerangka sebagai berikut:

               Tujuan
                      Gerakan  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  kapasitas  dan  menggerakkan  para
               penyuluh  pertanian  di  lapangan  dalam  mengawal  dan  mendampingi  petani  menerapkan
               rekomendasi teknologi lokal spesifik yang  memiliki daya ungkit tinggi terhadap peningkatan
               produktivitas tujuh komoditas pangan strategis nasional secara lebih cepat dan berkelanjutan.

               Strategi
                      Pelaksanaan  gerakan  ini  diawali  dengan  penjabaran  sasaran  produksi  yang  telah
               ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Teknis sehingga terbagi habis menjadi sasaran operasional
               di setiap tingkatan wilayah, hingga satuan terkecil yaitu di tingkat kelompok tani. Koordinasi
               dan  sinergitas  dalam  pelaksanaan  gerakan  dilakukan  dengan  mengacu  kepada  Permentan
               Nomor  131/Permentan/OT.140/12/2014  tentang  Mekanisme  dan  Hubungan  Kerja  antar
               Lembaga yang membidangi Pertanian dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pangan

               Strategis Nasional.
                      Strategi  yang  ditempuh  dalam  pelaksanaan  gerakan  ini,  yaitu  1)  Penyiapan  SDM
               pertanian  melalui  TOT,  diklat  teknis  dan  diklat  tematik  di  Balai  Penyuluhan  Pertanian,
               Perikanan  dan  Kehutanan  (BP3K);    2)    Peningkatan  kinerja  penyuluh;    3)  Peningkatan
               kapasitas  BP3K  sebagai  kelembagaan  penyuluhan  pertanian  pemerintah  terdepan  dan  Pos
               Simpul  Koordinasi (Posko) Pelaksanaan Program  dan Kegiatan Pembangunan Pertanian 4)
               Penumbuhan  dan  pemberdayaan  penyuluh  swadaya;  5)  Pemberdayaan  kelompok  tani
               (Poktan)  di  sentra  produksi  tujuh  komoditas  pangan  strategis  nasional;  6)  Pengawalan
               mahasiswa dan kemitraan perguruan tinggi negeri;  dan 7) Penumbuhan wirausahawan muda
               pertanian.

               Kegiatan
                      Berbagai kegiatan di pusat dan daerah yang bersumber dari APBN Tahun 2016 untuk
               mendukung pelaksanaan gerakan ini, antara lain:
               1.  Kegiatan  yang  dikoordinasikan  oleh  Pusat  Pelatihan  Pertanian  (Puslatan),  antara  lain
                  sebagai berikut:
                  Training of the trainers (TOT) untuk menyiapkan 300 orang calon fasilitator diklat teknis;





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    438
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454