Page 454 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 454

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               4.  Peningkatan  kinerja  Penyuluh  Pertanian  Melalui  pembayaran  BOP  dan  Honor  masalah
                  yang dihadapi adalah sering terlambatnya BOP bagi penyuluh PNS maupun THL
               5.  Peningkatan  Kapasitas  Pernyuluh  Pertanian  Melalui  Diklat  Tematik  melalui  kegiatan
                  pelatihan  namun  waktu  pelaksanaan  dinilai  kurang  lama  sehingga  materi  yang  dibahas
                  tidak tuntas.
               6.  Peningkatan  Kinerja  Pengawalan  dan  Pendampingan  mahasiswa,  dari  aspek  ini  waktu
                  pengawalan yang terbatas dan kemampuan mahasiswa yang berbeda akan berdampak pada
                  keberjhasilan  program,  sehingga  perlu  seleksi  yang  ketat  bagi  pendaping  petani  di
                  lapangan
               7.   Peningkatan  Produksi  dan  Produktifitas  Komoditas  Pertanian,  dalam  aspek  ini
                  permasalahan  yang  paling  muncul  adalah  pada  aspek  budidaya  antara  lain,  penanaman
                  tidak  serempak,  pola  dan  sistem  tanam  yang  tidak  terencana  ,  pembagian  air  irigasi,
                  kurangnya  kemampuan  penggunaan      alsintan,  kurangnya  pemahaman  peternak  akan
                  budidaya sapi, permodalan dan pemasaran.

               Output
                      Dilihat  dari  segi  pelaksanaan,  operasionalisasi    kegiatan  Pemberdayaan  petani  dan
               penyuluh di lokasi sentra pangan melalui fasilitasi BPP berjalan sesuai dengan waktu  yang
               ditetapkan meskipun terkesan agak lambat.  Beberapa strategi yang dicanangkan dilaksanakan
               sesuai dengan juknis yang diterbitkan.  Meskipun belum sempurna karena terdapat beberapa
               permasalahan  dalam  proses  pelaksanaannya,  tetapi  kegiatan    Peningkatan  Kapasitas
               Kelembagaan  Penyuluh  Tingkat  Kabupaten,  Peningkatan  Kapasitas  Balai  Penyuluhan
               Kecamatan  (  BP3K  )  sebagai  Posko  Pelaksana  Pembangunan  Pertanian,  Peningkatan
               Kapasitas  Kelembagaan  Petanian,  Peningkatan  kinerja  Penyuluh  Pertanian  Melalui
               pembayaran  BOP  dan  Honor  Peningkatan  Kinerja  Pengawalan,    dan  Pendampingan
               mahasiswa Peningkatan Produksi serta peningkatan Produktifitas Komoditas Pertanian dapat
               terlaksana  dan  dapat  sedikit  meningkatkan  pemahaman  lebih  baik  daripada  sebelumnya.
               Diperlukan tindak lanjut kegiatan demi perbaikan kondisi penyuluh yang akan terus berefek
               secara langsung perhadap perubahan perilaku petani.

               Outcome
                      Dari  inventarisasi  permasalahan  sebagaimana  tersebut  di  atas,  terdapat    dua  hal
               penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan program selanjutnya yaitu  dari aspek
               penyuluh    dan  dari  sisi  petani.    Dari  hasil    pengamatan  dapat  ditarik  kesimpulan  bahwa
               kemampuan  SDM  penyuluh  di  Kabupaten  Probolinggo  tentang  teknologi  informasi  masih
               kurang  bagus  sehingga  perlu  dilakukan  pelatihan  atau  kurusus  untuk  mendukung  era
               komputerisasi  di  era  globalisasi  ini.    Kurang  tepatnya  penetapan  materi  penyuluhan  sesuai
               kebutuhan  lapangan,  kurang  mahirnya  penyebarluasan  informasi,  serta  bagaimana  cara
               pembinaan  kelompok  tani  adalah  merupakan  masalah  pokok  penyuluh  di  Kabupaten
               Probolinggo.
                      Menilik kondisi tersebut  pemberdayaan penyuluh melalui fasilitasi BPP selaku induk
               dan tempat  berkumpulnya  BPP masih  harus tetap ada dan dilanjutkan.   Hal  tersebut  harus
               menjadi  prioritas  utama  karena  secara  umum  petani  masih  memerlukan  bantuan  dan
               pendampingan  oleh  penyuluh.    Apabila  kemampuan  penyuluh  ditingkatkan  sesuai  dengan
               kebutuhan  lapangan,  akan  berimplikasi  langsung  terhadap  perubahan  pengetahuan  dan
               ketrampilan serta sikap petani. Peningkatan kapasitas tersebut tidak hanya aspek teknis saja
               tetapi  faktor non teknis juga harus mendapatlkan perhatian.  Kurang antusiasnya petani dalam
               menghadiri kegiatan penyuluhan atau kursus tani, ataupun kegiatan rembuk tani serta kurang
               minatnya dalam berorganisasi serta membentuk lembaga petani yang seatle merupakan akibat
               dari  belum  dipahaminya  fungsi  berkelompok  dalam  sebuah  komunitas.    Hal  lain  yang





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    443
   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459