Page 451 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 451

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               yang mendapat bantuan program GPPT.  Desain penelitian  yang digunakan adalah diskriptif
               kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil
               wawancara dengan PPL di 8 kecamatan sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau
               instansi terkait.   Fokus pengamatan dalam kegiatan evaluasi terdiri  atas : 1)  Peningkatan
               Kapasitas  Kelembagaan  Penyuluh  Tingkat  Kabupaten,  2)  Peningkatan  Kapasitas  Balai
               Penyuluhan  Kecamatan  (  BP3K  )  sebagai  Posko  Pelaksana  Pembangunan  Pertanian,  3).
               Peningkatan  Kapasitas  Kelembagaan  Petani,  4)  Peningkatan  kinerja  Penyuluh  Pertanian
               Melalui pembayaran BOP dan Honor, 5)  Peningkatan Kapasitas Pernyuluh Pertanian Melalui
               Diklat  Tematik  .  Peningkatan  Kapasitas  Pernyuluh  Pertanian  Melalui  Diklat  Tematik  .  6)
               Peningkatan  Kinerja  Pengawalan  dan  Pendampingan  mahasiswa,  7)    Peningkatan  Produksi
               dan Produktifitas Komoditas Pertanian.



               4.  Hasil dan Pembahasan

                      Untuk melihat sejauh mana implementasi program perlu dilakukan evaluasi.  Evaluasi
               menurut Bryant dan White dalam Kuncoro (1997)  adalah upaya untuk mendokumentasikan
               dan melakukan penilaian tentang apa yang terjadi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa
               Indonesia,  kata  evaluasi  berarti  penilaian  hasil.      Anderson  (dalam  Arikunto,  2004  :  1)
               memandang  evaluasi  sebagai  sebuah  proses  menentukan  hasil  yang  telah  dicapai  beberapa
               kegiatan  yang  direncanakan  untuk  mendukung  tercapainya  tujuan.  Sedangkan  Stufflebeam
               (dalam  Arikunto,  2004)  :  1),  mengungkapkan  bahwa  evaluasi  merupakan  proses
               penggambaran,  pencarian  dan  pemberian  informasi  yang  bermanfaat  bagi  pengambil
               keputusan  dalam    menentukan  alternative  keputusan.    Menurut  Beni  Setiawan  (1999:20)
               Direktorat  Pemantauan  dan  Evaluasi  Bapenas,  tujuan  evaluasi  program  adalah  agar  dapat
               diketahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam
               pelaksanaan  program  dapat  dinilai  dan  dipelajari  untuk  perbaikan  pelaksanaan  program
               dimasa  yang  akan    datang.  Menurut  Stake,  1967,  Stuffebeam,  1959,  Alkin  1969  (dalam
               Suharsimi,  2007)  terdapat  4  aspek  pada  proses  evaluasi    :  a)  Konteks,  b)  Input,  c)  Proses
               implementasi,  d)  Produk.      Menurut  Beni  Setiawan,  (1999:20)  dimensi  utama  evaluasi
               diarahkan  kepada  hasil,  manfaat,  dan  dampak  dari  program.  Pada  prinsipnya  yang  perlu
               dibuat  perangkat  evaluasi  yang  dapat  diukur  melalui  empat  dimensi  yaitu  :  a.  Indikator
               masukan (input) b. Proses (process) c. Keluaran (ouput) d. Indikator dampak (outcame).
                      Untuk  melihat  sejauh  mana  keberhasilan  program  GPPT  dalam  pelaksanaannya  di
               Kabupaten Probolinggo berikut disampaikan bagan alur pikir pelaksanaan evaluasi program
               pemberdayaan dengan evaluasi yang dapat diukur melalui empat dimensi yaitu : a. Indikator
               masukan  (input)  b.  Proses  (process)  c.  Keluaran  (ouput)  d.  Indikator  dampak  (outcame).
               Dengan pendekatan ini diharapkan dapat diketahui keberhasilan suatu program, kendala yang
               dihadapi  dimana  baik  keberhasilan  maupun  permasalahan  yang  ditemui  diharapkan  dapat
               bermanfaat untuk perbaikan program dimasa yang akan datang.

               Kondisi Umum Wilayah
                      Kabupaten  Probolinggo  merupakan  salah  satu  kabupaten  yang  terletak  di    provinsi
               Jawa  Timur  berada  pada  posisi  112’50’  –  113’30’  Bujur  Timur  (BT)  dan  7’40’  –  ’10’
               Lintang Selatan (LS), dengan luas wilayah sekitar 169.616,65 Ha atau + 6,17 km2 (1,07 %
               dari luas daratan dan lautan Propinsi Jawa Timur), yang terbagi atas 24 kecamatan, 325 desa
               yang  tersebar  di  3  lokasi  besar  yaitu  Kecamatan  dataran  tinggi,  kecamatan  tengah  dan
               kecamatan pesisir.






                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    440
   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455   456