Page 450 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 450

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                  Diklat  teknis  di  UPT  Pelatihan  Pusat  dan  Daerah  untuk  melatih  1.000  orang  calon
                  fasilitator diklat tematik di BP3K;
                  Diklat tematik di BP3K untuk  membekali 12.000 orang Penyuluh Pertanian PNS/THL TB
                  - Penyuluh Pertanian dan 5.000 orang Penyuluh Pertanian Swadaya.
                  Diklat  yang  dilakukan  secara  berjenjang  dimulai  dari  TOT,  diklat  teknis  dan  diakhiri
                  dengan  diklat  tematik  ini  dimaksudkan  untuk  membekali  PNS/THL  TB  -  Penyuluh
                  Pertanian  dan  Penyuluh  Pertanian  Swadaya  dengan  kompetensi  yang  dibutuhkan  untuk
                  dapat  melaksanakan  pengawalan  dan  pendampingan  Poktan  di  sentra  pangan  yang
                  pelaksanaannya  terintegrasi  dengan  sistem  kerja  Latihan  dan  Kunjungan  (LAKU)  di
                  wilayah  kerja  masing-masing.    Materi  diklat  tematik  disesuaikan  dengan  kondisi  dan
                  kebutuhan petani dalam upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas
                  strategis  nasional,  antara  lain  sistem  tanam  jajar  legowo,  pengendalian  OPT,  kalender
                  tanam, teknis budidaya, pendampingan penyusunan RDKK.
               2.  Kegiatan pada Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan).
                    Pada tahun 2016, selain 200 orang dosen STPP, sejumlah dosen dari 14 Perguruan Tinggi
                  (PT)  yang telah menandatangani  MoU dengan Pusdiktan juga  akan  melakukan fasilitasi
                  penguatan  BP3K  dan  desa-desa  sentra  pangan  melalui  fasilitasi  penyuluh  di  prioritas
                  kawasan  (sentra)  tujuh  komoditas  pangan  strategis  nasional;    Kegiatan  yang
                  dikoordinasikan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, antara lain sebagai berikut:
                  Pengawalan kegiatan penyelenggaraan penyuluhan di 34 provinsi dan 514 kabupaten;
                  Peningkatan  kapasitas  2.000  unit  BP3K  melalui  pelaksanaan  temu  teknis  penyuluhan;
                  rembug tani; kursus dan hari lapang petani; latihan, kunjungan dan monitoring evaluasi;
                  penilaian kelas kemampuan Poktan; administrasi dan pengolahan data base penyuluhan;
                  Pengawalan  dan  pendampingan  pemberdayaan  20.000  unit  Poktan  di  lokasi  sentra
                  produksi pangan;
                  Penumbuhan 1.220 unit kelembagaan ekonomi petani;
                  Peningkatan  kinerja  penyuluh  pertanian  melalui  fasilitasi  Biaya  Operasional  Penyuluh
                  (BOP)  bagi  25.196  orang  Penyuluh  Pertanian  PNS,  serta    honorarium    dan  BOP  bagi
                  19.404 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian;
                  Penumbuhan dan pengembangan 8.000 orang Penyuluh Pertanian Swadaya.
                  Komponen  kegiatan  pemberdayaan  kelompok  tani  di  lokasi  sentra  pangan  terdiri  dari
                  kursus tani desa, rembug tani desa, penyediaan bahan pembelajaran dan bantuan transpor
                  untuk penyuluh pertanian pendamping.Kursus tani desa diikuti oleh wakil kelompok tani
                  pelaksana  kegiatan  UPSUS  tujuh  komoditas  strategis  nasional,  sedangkan  sebagai
                  fasilitator yaitupenyuluh pertanianyang sebelumnya telah dilatih.
                      Dengan  asumsi  satu  Penyuluh  Pertanian  PNS  membina  delapan  Poktan  dan  satu
               Penyuluh  Pertanian  Swadaya  membina  empat  Poktan,  maka  diharapkan  paling  sedikit
               3.480.000  orang  petani  di  sentra  pangan  dapat  menerima  manfaat  langsung  dari  Gerakan
               Pemberdayaan Petani Terpadu ini.  Tentu saja keberhasilan gerakan ini sangat ditentukan oleh
               komitmen  seluruh  pemangku  kepentingan  untuk  meningkatkan  koordinasi  dan  sinergitas
               dalam memberikan layanan prima kepada petani.   Selain itu diperlukan pula supervisi dan
               pemantauan yang ketat dalam mengawal setiap tahap kegiatan, guna memastikan tidak adanya
               kendala  yang  dihadapi  oleh  petani  dalam  menerapkan  teknologi  yang  direkomendasikan
               secara berkelanjutan.



               3.  Metodologi
                      Lokasi evaluasi pemberdayaan dilakukan di 8 kecamatan di Kabupaten Probolinggo
               yang merupakan salah satu daerah dengan potensi penghasil tanaman pangan di Jawa Timur




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    439
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455