Page 445 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 445
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
Tabel 2. Distribusi Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
`No Pendidikan Jumlah (orang) Prosentasi (%)
1. S1 3 15
2. SMA 6 30
3. SMP 6 30
4. SD 5 25
20 100
Sumber: Hasill analisis data primer 2015.
Mentelaah Tabel 2 dapat diketahui bahwa pendidikan formal petani sebagian besar
adalah tamat SMA yaitu sebanyak 6 orang atau 30 % dan SMP 6 orang atau 30 %.
Sedangkan petani yang berpendidikan SD 5 orang atau 25 %, dan S1 sebanyak 3 orang
atau 15 % dari 20 orang petani. Pendidikan petani juga sangat berpengaruh dalam kegiatan
transfer teknologi sistem tanam jajar legowo, karena dengan pendidikan yang lebih tinggi
daya berpikir petani lebih meningkat, sehingga dalam mengikuti kegiatan transfer teknologi
sistem tanam jajar legowo atau penyuluhan, petani akanlebih mudah memahami materi yang
disuluhkan oleh penyuluh.
Keadaan Responden Berdasarkan Tingkat Umur
Seseorang yang umurnya lebih muda semangat bekerjanya lebih tinggi dan
pemahamannya terhadap meteri penyuluhan yang disampaikan oleh penyuluh lebih mudah
dibandingkan orang yang umurnya sudah tua. Berdasarkan umur responden disajikan pada
Tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Umur
No Kelompok Umur Jumlah Prosentase (%)
(orang)
1. 27 – 42 12 60,00
2. 43 – 60 8 40,00
Jumlah 20 100,00
Sumber : Hasill analisis data primer 2015.
Berdasarkan Tabel 3 dapat dicermati bahwa 12 orang petani kisaran umur 27– 42
tahun atau 60 % dan kisaran umur antara 43 – 60 tahun 8 orang petani atau 40 %. Hal ini
menunjukkan umur petani adalah termasuk dalam usia produktif, karena kekuatan fisik dan
semangat bekerjanya masih tinggi. Dengan kondisi umur petani yang masih produktif ini
berarti akan mendukung kegiatan adopsi inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo di desa
sebaung.
Hubungan antara Persepsi Petani (X) dengan Adopsi Inovasi Teknologi Sistem Tanam
Jajar Legowo (Y)
Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh nilai chi square 0,06 > 0,05. Hasil
analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi petani terhadap adopsi
inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0
ditolak dan Hi diterima. Pemahaman terhadap persepsi dan adopsi serta teknik
pengukurannya akan memberikan gambaran real tentang kadar perhatian petani terhadap
inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo. Persepsi petani terhadap teknologi sistem tanam
jajar legowo sebagai proses diterimanya rangsangan (stimulus) melalui panca indera yang
didahului oleh perhatian sehingga petani mampu mengetahui, mengartikan dan menghayati
teknologi sistem tanan jajar legowo yang diamati atau diterimanya dari penyuluh melalui
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 434

