Page 444 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 444
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
Populasi pada penelitian ini adalah gapoktan tirtoguno yang beranggotakan 4
kelompoktani yaitu tirtoguno I, tirtoguno II, tirtoguno III, dan tirtoguno IV. keseluruhan
populasi sebanyak 100 orang petani. Dan masing-masing kelompoktani beranggotakan 25
orang petani. Teknik penetapan sampel dilakukan secara porpusive sample. Sampel terdiri
dari 20 orang petani, masing-masing 5 orang dari setiap kelompoktani (Arikunto, 2006,
halaman 139).
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara (interview), observasi dan
menggunakan kusioner (quesionaire). Data yang dikumpulkan berupa data primer dan
sekunder. Sumber data perimer diperoleh secara langsung dari responden, dan sumber data
sekunder diperoleh dari kantor desa, balai penyuluhan pertanian (BPP).
Analisis data dengan statistik non para metriks (uji chi square) dengan program
spss.16.0. Analisis kuantitatif mencakup pembahasan yakni: Hubungan antara persepsi petani
(x) dengan adopsi inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo (y).
3. Hasil dan Pembahasan
Profil Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtoguno
Kelompoktani yang bergabung dalam gapoktan tirtoguno terdiri dari 4 kelompoktani
masing-masing kelompoktani beranggotakan 25 orang disajikan pada Tabel 1 dibawah ini:
Tabel 1. Distribusi Profil Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) Tirtoguno
No Nama Kelompok Tani Jumlah Kelas
Anggota
1. Tirtoguno I 25 Pemula
2. Tirtoguno II 25 Pemula
3. Tirtoguno III 25 Pemula
4. Tirtoguno IV 25 Pemula
Jumlah 100
Sumber : Hasil analisis data primer 2015.
Mengamati Tabel 1 menunjukkan kelompoktani tirtoguno I, tirtoguno II, tirtoguno III,
tirtoguno IV belum dinamis. Menurut Purwanto (2007), dinamika kelompoktani adalah
seluruh aktivitas dari kekuatan interen dan eksteren, dan terbangun interaktif dari seluruh
anggota kelompoktani. Kelompoktani dikatakan dinamis apabila semua unsur yang ada
dalam kelompoktani berinteraksi dan berperan sesuai fungsinya.
Selanjutnya untuk mengukur kedinamisan kelompoktani tirtoguno I, tirtoguno II,
tirtoguno III, tirtoguno IV dapat diamati dari segi belum adanya pertemuan kelompoktani
yang terjadwal, belum adanya rencana kerja kelompoktani, tidak ada aturan kelompoktani
yang mengikat anggota, dan kepengurusan belum aktif serta kegiatan usahataninya masih
bersifat individual, (permentan no. 82, 2013).
Keadaan Responden Menurut Tingkat Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang
berkualitas disuatu wilayah. Sumber daya manusia adalah potensi yang terkandung dalam diri
manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk pembangunan yang adaptif dan
transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di
alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupannya. Untuk dapat di ketahui tingkat
pendidikan responden disajikan pada Tabel 2 di bawah ini:
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 433

