Page 458 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 458

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Pengolahan  ubi jalar dalam bentuk utuh sangat terbatas, umunya diolah dengan cara
               direbus atau digoreng. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan ubi jalar
               sebagai bahan pangan adalah dengan mengolah ubi jalar menjadi bentuk yang lebih praktis,
               misalnya diolah menjadi tepung. Tepung ubi jalar berpotensi sebagai pengganti tepung terigu
               karena  bahan  baku  berlimpah  dan  memiliki    rasa  manis  sehingga  dapat  mengurangi
               penggunaan gula pada pengolahannya.
                      Hasil penelitian Antarlina dan Utomo (1998), menyatakan pengolahan tepung ubi jalar
               dengan  merendam  ubi  jalar  dalam  larutan  natrium  metabisulfit  0,2%  selama  15  menit
               menghasilkan tepung ubi jalar dengan kualitas baik. Namun untuk lebih meningkatkan mutu
               tepung  ubi  jalar  terutama  sifat  fungsionalnya  (kemampuan  gelatinisasi  dan  kemudahan
               melarut), maka perlu dilakukan modifikasi terhadap sifat fisik atau kimia ubi jalar. Modifiksi
               dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip fermantasi menggunakan Bakteri Asam  Laktat
               (BAL).
                      Menurut Salim (2011), BAL dapat memproduksi enzim dan asam organik yang akan
               mendragradasi  sebagian  pati  menjadi  polimer  berantai  lebih  pendek  sehingga  dapat
               memperbaiki  sifat  fungsional  tepung  ubi  jalar.  Vogel  et  al,  (2002)  mengatakan  bahwa
               fermentasi menggunakan BAL menghasilkan asam organik  yang dapat memperbaiki aroma
               dan flavor tepung ubi jalar menjadi lebih baik. Tepung ubi jalar termodifikasi adalah tepung
               yang  diolah  dengan  memodifikasi  sel  ubi  secara  fermentasi  menggunakan  BAL.  Kendala
               yang dihadapi petani (produsen tepung) adalah ketersediaan stater BAL yang digunakan pada
               proses fermentasi masih tergantung pada industri produsen BAL dan sering menjadi kendala
               untuk  mendapatkan  stater  BAL.  Hal  ini  membuat  peneliti  untuk  mencoba  berbagai  jenis
               bahan yang berpotensi sebagai sumber BAL digunakan untuk memodifikasi ubi jalar dengan
               cara fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis BAL yang sesuai untuk
               memodifikasi tepung ubi jalar menggunakan berbagai jenis stater.


               2.  Tinjauan Pustaka
                     Ubi  jalar  (Ipomoea  batatas)  merupakan  tanaman  jenis  umbi-umbian  yang  banyak
               tumbuh di Indonesia dan bisa ditanam sepanjang tahun secara terus menerus, bergantian atau
               secara tumpang sari. Tanaman ubi jalar mulai dari umbi sampai daunnya memiliki banyak
               keunggulan, yaitu umbi ubi jalar sebagai sumber karbohidrat yang dapat menghasilkan energi
               dan  daun  ubi  jalar  sebagai  sumber  protein  dan  vitamin,  terutama  Vitamin  A  (Sari  dan
               Luwihana, 2013). Ubi jalar memiliki kandungan gizi cukup tinggi, diantaranya mengandung
               vitamin A, asam askorbat, tianin, riboflavin, niasin, fosfor, besi, dan kalsium (Lingga, 1984).
                     Ubi jalar selama ini dominan diolah menjadi penganan dengan cara direbus, digoreng
               atau dikukus. Ubi jalar setelah dipanen tidak bisa disimpan lama, sehingga harus cepat diolah
               untuk mencegah kerusakan. Salah atu cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur
               simpan ubi jalar adalah dengan mengolah ubi jalar menjadi produk antara menjadi tepung.
               Keunggulan  tepung  ubi  jalar,  antara  1)  bisa  digunakan  pada  berbagai  produk  pangan  dan
               memiliki nilai gizi tinggi; 2) umur simpan lama sehingga dapat digunakan sebagai persediaan
               bahan baku untuk industri dan harga stabil; 3) meningkatkan nilai tambah bagi produsen dan
               menciptakan industri pedesaan (Heriyanto dan Winarto, 1998).
                     Pengolahan  tepung  ubi  jalar  dapat  dilakukan  dengan  cara  fermentasi  menggunakan
               stater Bakteri Asam Laktat (BAL) untuk menghasilkan tepung dengan sifat fungsional yang
               mirip dengan tepung terigu. Tepung ubi jalar yang dikehendaki adalah tepung yang memiliki
               sifat  gelatinisasi,  kelarutan,  warna,  dan  aroma  yang  menyerupai  tepung  terigu.  Penelitian
               tentang  modifikasi  tepung ubikayu yang sudah dilakukan oleh Vatanasuchart  et al,  (2005)
               yang    memodifikasi  tepung  ubikayu  menggunakan    larutan  asam    laktat  dan  disinari  UV,
               Sangseethong  (2009)  melakukan  modifikasi    tepung  ubikayu  menggunakan  larutan





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    447
   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463