Page 460 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 460

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Keterangan :
               -   Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata (p>0,05)
                   pada uji Duncan 5%
               -   Perlakuan : A = fermentasi secara alami (air); B = fermentasi menggunakan stater BAL; R = fermentasi
                   menggunakan ragi; Y = fermentasi menggunakan yogurt
               -   Data sudah ditranformasi ke Transformasi Akar























                         Gambar 1. Nilai kelarutan dan swelling power tepung ubi jalar termodifikasi


                     Swelling power adalah sifat yang mencirikan daya kembang suatu bahan dalam hal ini
               kekuatan  tepung  untuk  mengembang.  Swelling  power  dipengaruhi  oleh  perbandingan
               amilosa-amilopektin,  panjang  rantai,  dan  distribusi  berat  molekul  (Be  Miller  et  al.,  1997).
               Perlakuan  fermentasi  tepung  ubi  jalar  menggunakan  stater  bakteri  asam  laktat  (BAL)
               memiliki  nilai  swelling  power  tertinggi,  sebesar  8,64%.  Perbedaan  nilai  swelling  power
               dipengaruhi  jenis  stater  yang  digunakan  dan  efektivitas  stater.  Proses  fermentasi
               menggunakan  BAL  dapat  mengakibatkan  perubahan  pada  swelling  power.  Selama  proses
               fermentasi mikroba yang tumbuh pada ubi jalar dapat menghancurkan sel ubi jalar sehingga
               terjadi  pembebasan  granula  pati,  dengan  bantuan  enzim  amilase  granula  pati  semakin
               membengkak dan mengembang sehingga swelling power naik.
                     Nilai  swelling  power  tepung  ubi  jalar  dengan  menggunakan  stater  yogurt  sebesar
               4,27% bb tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan fermentasi secara alami. Hal ini disebabkan
               karena perbedaan mikroba yang berperan dalam proses fermentasi. Mikroba yang berperan
               pada yogurt adalah Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophilus dan mikroba
               yang berperan pada ragi tape adalah Saccharomyces Cerevisiaae.
                     Hasil  penelitian  penggunaan  stater  BAL  pada  ubi  kayu  dengan  konsentrasi  10%
               memiliki  nilai  swelling  power  24,88  (Mulyadi  dan  Ma’ruf,  2013).  Nilai  swelling  power
               meningkat dengan makin tingginya konsentrasi stater yang digunakan. Hal ini menyebabkan
               fermentasi  ubi  jalar  menggunakan  1%  stater  memiliki  nilai  swelling  power  rendah,  tetapi
               sudah terjadi perubahan struktur dari ubi jalar.
                     Hasil  analisis  ragam  uji  sensoris  tepung  ubi  jalar  termodifikasi  berpengaruh  nyata
               (p<0,05) terhadap warna tepung akan tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap aroma dan
               tekstur tepung (Tabel 2). Pengolahan tepung ubi jalar menggunakan proses fermentasi dengan
               mikroba  yang  mengandung  asam  laktat  menghasilkan  tepung  dengan  warna  lebih  putih
               dibandingkan  dengan    fermentasi  secara  alami  (perendaman  dalam  air  putih).  Fermentasi
               menggunakan ragi tape menghasilkan tepung yang memiliki warna lebih putih dengan skor
               2,73 (cukup putih sampai putih) dibandingkan dengan fermentasi menggunakan stater BAL
               dan yogurt.




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    449
   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464   465