Page 457 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 457

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                           PERBAIKAN SIFAT TEPUNG UBI JALAR TERMODIFIKASI
                                   MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS STATER

                                                                2
                                              1*
                                                                                            2
                            Wayan Trisnawati , Made Sugianyar  dan Ketut Ari Tantri Yanthi

                            1 Peneliti Pangan pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali
                           2 Penyuluh Pertanian pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali
                               Jln. By Pass Ngurah Rai Pesanggran Denpasar, Tlp. (0361) 720498

                             Korespondensi Penulis: Wayan Trisnawati, wayan_trisna@yahoo.co.id


                                                         Abstrak


               Ubi  jalar  merupakan    salah  satu  sumber  bahan  pangan  alternatif  yang  dapat  digunakan  untuk
               mensubstitusi  penggunaan  beras  dan  terigu.  Namun  di  Indonesia  ubi  jalar  tidak  termasuk  dalam
               komoditas penting,  sehingga  pemanfaatan lebih  diutamakan  sebagai  makanan  selingan  dengan  cara
               pengolahan    tradisional.  Untuk  meningkatkan  penggunaan  ubi  jalar  sebagai  bahan  pangan  dapat
               dilakukan dengan mengolah ubi jalar menjadi tepung. Dalam bentuk tepung, ubi jalar dapat digunakan
               pada  berbagai  produk  pangan,  dapat  disubtitusi  dengan  tepung  terigu  sehingga  mengurangi
               ketergantungan  pada  tepung  terigu.  Tepung  ubi  jalar  yang  diolah  dengan  cara  fermentasi  akan
               menghasilkan  tepung  dengan  mutu  yang  lebih  baik.  Dalam  proses  fermentasi  membutuhkan  stater,
               sehingga  perlu  diketahui  jenis  stater  yang  yang  sesuai  untuk  memfermentasi  ubi  jalar.  Tujuan
               penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  jenis  stater  yang  sesuai  pada  proses  fermentasi  ubi  jalar.
               Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yaitu jenis stater dengan
               empat taraf perlakuan, terdiri dari 1) perlakuan A = tanpa stater (fermentasi alami); 2) perlakuan B =
               fermentasi  menggunakan  stater  BAL;  3)  perlakuan  R  =  fermentasi  menggunakan  stater  ragi;  4)
               perlakuan Y = fermentasi menggunakan stater yogurt. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5
               kali.  Analisis  mutu  tepung  terhadap  kandungan  proksimat,  kelarutan,  swelling  power,  dan  uji
               organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan uji ranking). Hasil analisis perlakuan jenis stater pada proses
               fermentasi  tepung  ubi  jalar  tidak  mempengaruhi  kandungan  proksimat  dan  kelarutan  tetapi
               berpengaruh  terhadap  swelling  power.  Perlakuan  penggunaan  stater  BAL  memiliki  nilai  swelling
               power tertinggi, sebesar 8,64%. Hasil analisis uji organoleptik tepung ubi jalar berpengaruh terhadap
               warna tepung. Fermentasi menggunakan stater ragi mendapat skor paling tinggi, sebesar 2,73 (cukup
               putih  sampai  putih).  Penggunaan  stater  ragi  pada  proses  fermentasi tepung  ubi  jalar  paling  disukai
               panelis.

               Kata Kunci : Sifat, stater, ubi jalar, dan tepung


               1.  Pendahuluan

                      Sumber bahan pangan lokal yang banyak terdapat di Indonesia adalah bahan pangan
               jenis umbi-umbian. Ubi jalar merupakan  salah satu jenis bahan pangan sumber karbohidrat
               utama,  setelah  padi,  jagung,  dan  ubi  kayu.  Selain  sebagai  bahan  pangan  ubi  jalar  juga
               dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan baku industri.  Di Indonesia ubi jalar umumnya
               dikonsumsi sebagai makanan selingan, sehingga pemanfaatan sebagai bahan pangan belum
               optimal. Data statistik tahun 2016 menunjukkan, produksi ubi jalar di Indonesia pada tahun
               2015  mencapai  2.297.634  ton.  Pemanfaatan  ubi  jalar  sebagai  bahan  pangan  perlu
               ditingkatkan, selain sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar juga mengandung vitamin A dalam
               jumlah  yang  cukup,  asam  askorbat,  tianin,  riboflavin,  niasin,  fosfor,  besi,  dan  kalsium
               (Lingga, 1984).






                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    446
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462