Page 4 - Materi Ajar RPP 3
P. 4
untuk mempertahankan kualitas atau juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari pakan
tersebut. Fungsi dari ketersediaan dan kualitas pakan yang terjaga merupakan hal yang penting
untuk menjaga produktivitas ternak. Proses dalam teknologi pembuatan silase disebut ensilase.
Proses pembuatan silase atau yang disebut juga ensilage akan dapat berjalan secara optimal
apabila pada saat proses ensilage dapat diberi penambahan akselerator. Akselerator dapat berupa
inokulum bakteri asam laktat ataupun karbohidrat mudah larut. Tujuan penambahan akselerator
adalah untuk menambahkan bahan kering sehingga dapat mengurangi kadar air dari silase,
membentuk kondisi asam pada silase, mengakselerasi proses ensilage, dapat mencegah
pertumbuhan bakteri pembusuk dan munculnya jamur, merangsang produksi asam laktat, dan
untuk meningkatkan kandungan nutrien dari silase yang nantinya akan dihasilkan.
A. Alat dan Bahan
Alat Alat pendukung yang perlu dipersiapkan untuk membuat silase yaitu sekop, silo
berupa kantong plastik besar, sabit, terpal, dan mesin chopper.
B. Bahan
Bahan yang digunakan untuk membuat silase yaitu hijauan segar, dedak padi, molases,
dan EM4. Henderson (1993) dan Jones et al. (2004) melaporkan bahwa molases merupakan
sumber karbohidrat mudah larut yang paling banyak digunakan pada pembuatan silase dan lebih
efektif pada hijauan dengan kandungan karbohidrat mudah difermentasi yang rendah. Ginting
dkk. (2007) menambahkan bahwa kandungan karbohidrat mudah larut yang relatif tinggi (65%)
pada molases menyebabkan bahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan additive untuk
memacu pembentukkan asam laktat dalam pembuatan silase
C. Cara Kerja Pembuatan silase dengan akselerator
Hijauan segar dicacah menjadi kecil-kecil dengan panjang 3 sampai 5 cm, lalu dilayukan
selama 4 jam. Hijauan ditimbang sebanyak 17 kg ditambah dedak sebanyak 1 kg kemudian
dicampur dengan molases dan EM4 (akselerator) masing-masing sebanyak 1% sampai merata.
Semua bahan yang sudah bercampur kemudian dimasukkan ke dalam silo berupa kantung plastik
berukuran tinggi 100 cm dengan diameter 70 cm dengan cara dipadatkan sampai tidak ada udara
yang masuk agar tercipta kondisi anaerob atau kedap udara. Proses ensilase atau pemeraman

