Page 5 - Materi Ajar RPP 3
P. 5

dapat berlangsung selama 21 hari. Pembuatan silase tanpa akselerator. Pengolahan silase tanpa

               akselerator dilakukan dengan cara hijauan segar dicacah dengan panjang sekitar 3 sampai 5 cm,
               kemudian dilayukan sekitar 4 jam. Hijauan kemudian ditimbang sebanyak 20 kg, 1,5 kg dedak,

               dan molases sebanyak 2%. Setelah itu hijauan, dedak, dan molases dicampur hingga merata lalu
               dimasukkan ke dalam silo berupa kantong plastik berukuran tinggi 100 cm dengan diameter 70

               cm dengan cara dipadatkan sampai tidak ada udara yang masuk agar tercipta kondisi anaerob
               atau kedap udara. Proses ensilase atau pemeraman berlangsung selama 21 hari. Cara pembuatan

               silase juga dapat diamati pada video berikut https://www.youtube.com/watch?v=80jCkHdVV3A


               D. Manfaat Silase


                       Pembuatan silase bermanfaat untuk menambah masa simpan dari hijauan pakan ternak,
               memberikan nutrien yang lebih baik bagi ternak, dapat dijadikan sebagai pakan cadangan saat

               musim kering, dan disukai oleh ternak.


               E. Kualitas Silase


                       Ciri-ciri silase yang memiliki kualitas baik yaitu memiliki nilai pH rendah yaitu 3 sampai
               4, beraroma dan berasa asam, memiliki bau yang segar dan tidak berbau busuk, tengik atau apek,

               berwarna hijau kekuning-kuningan, dan apabila dipegang terasa lembut serta empuk tetapi tidak

               basah  atau  berlendir,  sedangkan  ciri-ciri  untuk  silase  yang  memiliki  kualitas  rendah  secara
               penampakan akan terlihat ada jamur, berwarna kehitaman, berair, dan beraroma tidak sedap.


                       Ciri-ciri  fermentasi  silase  yang  kurang  baik  yaitu  tingginya  asam  butirat,  pH,  kadar
               amonia, sedangkan ciri-ciri fermentasi yang sempurna yaitu pH turun dengan cepat, tidak adanya

               bakteri clostrodia dan kadar amonia rendah (Elferink et al., 2000). Selain itu, kualitas silase yang

               baik memiliki kandungan bahan kering antara 35%  - 40% dan cukup mengandung gula > 2%
               bahan segar (Ohmomo et al., 2002).


               F. Warna


                       Warna  silase  adalah  salah  satu  parameter  dari  kualitas  fisik  silase.  Warna  silase  yang
               seperti warna asal yaitu berwarna hijau atau hijau kekuning-kuningan merupakan silase dengan

               kualitas  yang  baik.  Silase  dengan  warna  yang  menyimpang  dari  warna  asal  seperti  berwarna

               kehitaman merupakan silase yang berkualitas rendah. Menurut Saun dan Heinrichs (2008) silase
   1   2   3   4   5   6   7   8   9